KAI Daop 4 Semarang Catat Lebih dari 1 Juta Penumpang Gunakan Face Recognition Boarding Gate, Dukung Layanan Modern dan Ramah Lingkungan

- Editor

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta
Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.855
penumpang telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama
periode Januari hingga Mei 2025. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari
transformasi digital KAI untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan
efisiensi dalam proses boarding pelanggan KA jarak jauh.

Face
Recognition Boarding Gate memungkinkan pelanggan untuk naik kereta api tanpa
harus menunjukkan tiket fisik, e-boarding pass, atau KTP. Cukup dengan memindai
wajah di mesin boarding gate, seluruh data tiket dan identitas penumpang yang
telah terintegrasi dalam sistem KAI akan diverifikasi secara otomatis dalam
waktu hanya 1 detik, sehingga proses boarding menjadi lebih cepat, praktis, dan
bebas repot.

“Penerapan
teknologi ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan
transportasi publik yang modern, efisien, sekaligus mendukung konsep ramah
lingkungan,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Saat ini,
Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di empat stasiun di wilayah Daop
4 Semarang, yaitu Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun
Pekalongan, dan Stasiun Tegal. Dari keempat stasiun tersebut, tercatat jumlah
pengguna fasilitas ini untuk di Stasiun Semarang Tawang sebanyak 475.885
penumpang, Stasiun Semarang Poncol sebanyak 236.493 penumpang, Stasiun Tegal
sebanyak 170.919 penumpang, dan Stasiun Pekalongan sebanyak 168.558 penumpang.

Baca Juga :  Indonesia Sebagai Tujuan Utama Produksi Kosmetik Cina

Selain
meningkatkan kecepatan layanan, teknologi ini juga sejalan dengan upaya KAI
dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek
pengurangan limbah kertas. Selama lima bulan pertama tahun 2025, KAI Daop 4
Semarang berhasil memangkas penggunaan 8.765 roll kertas tiket, atau setara
dengan 1 juta lebih lembar kertas yang biasanya digunakan untuk boarding pass
fisik.

“Inovasi
ini bukan hanya soal kecepatan atau kenyamanan, tetapi bagian dari gerakan
sadar lingkungan. Satu wajah yang dipindai berarti satu tiket yang tidak perlu
dicetak. Ini wujud nyata upaya kami mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan
sampah kertas dan emisi karbon dari proses produksi serta distribusi tiket
fisik,” tambah Franoto.

Untuk dapat
menggunakan fasilitas ini, pelanggan cukup melakukan satu kali registrasi
layanan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI atau langsung melalui
petugas di stasiun. Di aplikasi, pelanggan dapat membuka menu “Akun” →
“Registrasi Face Recognition”, lalu mengikuti petunjuk yang tersedia. Setelah
terdaftar, pelanggan tidak lagi memerlukan boarding pass cetak dan bisa
langsung menuju gate saat waktu keberangkatan tiba.

Baca Juga :  Pertumbuhan Hospitality: Apakah Mungkin Tanpa Fokus pada Well-Being Pekerja?

Dalam hal
keamanan data pribadi, KAI menjamin perlindungan penuh dengan penerapan standar
internasional ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi. Data pelanggan
seperti nama, NIK, dan foto wajah disimpan secara aman di infrastruktur KAI,
hanya digunakan untuk keperluan boarding, dan akan dihapus otomatis setelah
satu tahun atau lebih cepat jika diminta oleh pelanggan melalui aplikasi atau
Customer Service di stasiun.

“Kami
mengajak seluruh pelanggan yang belum menggunakan layanan ini untuk segera
mendaftar dan merasakan manfaat kemudahan serta kecepatan proses boarding
dengan Face Recognition. Selain mempersingkat antrean, pelanggan turut
berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Franoto.

Melalui transformasi teknologi, efisiensi sumber
daya, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, KAI terus memperkuat
posisinya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang modern, andal,
aman, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis
KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah
Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Polda NTT Ungkap Jaringan Rokok Ilegal Internasional, Negara Diselamatkan dari Kerugian Rp12,3 Miliar
Polda NTT Putus Rantai Mafia BBM: 27 Kasus Terungkap, Hak Rakyat Diselamatkan
Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:01 WIB

Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:01 WIB

KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

Polda NTT Putus Rantai Mafia BBM: 27 Kasus Terungkap, Hak Rakyat Diselamatkan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

Perkuat Sinergi dan Akses Pembiayaan, BRI Finance Gelar Pameran Otomotif di Banyuwangi

Berita Terbaru