XAU/USD Kian Bullish di Ketegangan Dagang dan Risalah FOMC

- Editor

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas kembali menguat hampir 1% pada sesi Jumat (11/7) lalu, setelah pasar terkejut oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang kini merambah Kanada dan siap diperluas ke Uni Eropa, Meksiko, serta komoditas strategis seperti tembaga. Langkah proteksionis ini memicu gelombang permintaan safe-haven, mengantarkan XAU/USD menembus kembali level $3.365 pada pembukaan perdagangan Asia hari Senin (14/7).

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, mencatat bahwa tren bullish XAU/USD kian kukuh. “Pola higher low dan higher high pada candlestick harian, serta crossover Moving Average jangka pendek menanjak melewati MA jangka menengah, menegaskan dominasi pembeli,” ujarnya. Konfirmasi ini menjadi pijakan bagi para trader yang berburu momentum lanjutan rally emas.

Dalam skenario utama, Andy juga memperkirakan bahwa jika tekanan beli berlanjut, XAU/USD memiliki ruang untuk menanjak hingga area $3.390 dalam beberapa hari ke depan. Namun Andy juga menekankan pentingnya level $3.350 sebagai barometer kunci: jika support ini ditembus dalam aksi reversal, koreksi menuju kisaran $3.320–$3.330 dapat terjadi sebelum tren kembali terbentuk.upoin

Baca Juga :  Lalamove Resmi Hadir di Kota Medan, Beri Solusi Logistik dan Mobilitas untuk Masyarakat dan UMKM Sumatera Utara

Fundamental perdagangan internasional semakin menambah daya tarik emas. Sabtu (12/7) lalu Trump mengumumkan tarif 30% bagi barang impor dari Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus, serta tarif 35% pada Kanada. Rencana kenaikan bea masuk 15–20% untuk mitra dagang lain dan lonjakan 50% untuk impor tembaga memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok global, mendorong investor mengalihkan modal ke logam kuning sebagai lindung nilai.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut menopang reli emas. Insiden rudal Israel yang meleset di Gaza Tengah menewaskan beberapa warga Palestina, memantik kekhawatiran eskalasi konflik. Sementara upaya utusan AS untuk merundingkan gencatan senjata di Qatar menunjukkan konflik ini dapat berkepanjangan, memperkuat posisi emas sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

Di bidang moneter, sikap dovish The Fed tampak terbatas. Risalah rapat FOMC Juni mengungkap mayoritas pejabat enggan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat karena risiko inflasi dari kebijakan tarif. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa ketidakpastian tarif membuat proyeksi inflasi menjadi rumit, sehingga mendukung keputusan penundaan pemangkasan suku bunga.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Agensi, Longetiv.id Hadir Sebagai Mitra Tumbuh Digital Bisnis Lokal

Para pelaku pasar kini juga menantikan data ekonomi AS pekan ini. Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni diproyeksikan naik 2,6% YoY dan 0,3% MoM, sedangkan IHK Inti diperkirakan stabil di 2,8% YoY dengan kenaikan 0,3% bulanan. Penjualan ritel Juni kemungkinan stagnan di 0%, dan klaim tunjangan pengangguran awal diperkirakan turun sedikit ke 225 ribu. Hasil rilis ini akan memengaruhi persepsi pelonggaran moneter dan imbal hasil obligasi.

Dengan dorongan dari sinyal teknikal yang bullish, ketegangan perdagangan yang memicu safe-haven, dan kebijakan The Fed yang menahan suku bunga, harga emas diperkirakan akan bergerak di kisaran $3.350–$3.390 hari ini. Trader disarankan untuk memantau level support $3.350 dan resistance $3.390 sebagai acuan strategi, sembari mengikuti perkembangan tarif AS, risalah FOMC, serta data inflasi dan ketenagakerjaan AS.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA
Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.

Berita Terbaru