Sinergi Multipihak dalam Lokakarya PT RPN, Holding Perkebunan Nusantara Bangkitkan Kejayaan Kelapa Indonesia

- Editor

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), yang merupakan anak perusahaan dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui unit Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), menggelar Lokakarya Kelapa Nasional 2025 di Yogyakarta pada Jumat (18/7/2025).

Forum ini mengusung tema “Kembalikan Kejayaan Industri Kelapa Indonesia” dan menjadi wadah kolaborasi strategis lintas pemangku kepentingan untuk membangkitkan kembali industri kelapa nasional secara berkelanjutan.

Agenda ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO), pelaku usaha seperti Sambu Group dan PT Dewa Agri, akademisi, peneliti, serta perwakilan dari PTPN Group.

Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar kedua di dunia tengah menghadapi sejumlah tantangan. “Luas areal kebun kelapa kita mengalami penurunan rata-rata 11 ribu hektare per tahun dan produksi menurun sekitar 5 ribu ton setiap tahun. Ini alarm penting bagi kita semua. Karena itu, melalui forum ini kami ingin mendorong sinergi riset, inovasi teknologi, dan kemitraan yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk merevitalisasi sektor kelapa nasional,” tegas Iman.

Baca Juga :  3 Saham Bank dengan Top Performance yang Berkualitas di 2025, Berikut Penjelasannya

Iman menegaskan bahwa PT Riset Perkebunan Nusantara terus berkomitmen terhadap pengembangan kelapa berbasis riset dan teknologi terapan, termasuk melalui pendekatan teknologi embryo rescue dan somatic embryogenesis yang sudah mulai dikembangkan untuk kelapa kopyor.

Kegiatan ini juga menjadi wadah peluncuran Roadmap Kelompok Peneliti Komoditas Kelapa. Roadmap ini menjadi panduan dalam pelaksanaan riset kelapa nasional yang akan dilaksanakan secara kolaboratif dan terintegrasi. Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara PT RPN dengan mitra strategis.

Baca Juga :  Strategi Jitu Dominasi Halaman Utama Shopee & Tokopedia bagi UMKM

Diskusi pleno lokakarya dipandu oleh Prof. Didiek Hadjar Goenadi dan menghadirkan narasumber dari BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, DEKINDO, PTPN I, Sambu Group, dan PT Dewa Agri. Masing-masing menyampaikan kontribusi dan rencana kolaborasi untuk menyukseskan pelaksanaan Roadmap Perkelapaan Nasional 2025–2035.

Melalui forum ini, PT RPN berharap dapat membangkitkan kembali semangat bersama dalam membangun kejayaan industri kelapa Indonesia dan mempertegas peran penting kelapa sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA
Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang
“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.
Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka
B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:01 WIB

B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Dorong Repeat Order Lewat Broadcast WhatsApp Tepat Sasaran

Berita Terbaru