Harga Emas dalam Tren Bearish Pulih Tipis di Level $3.330 Setelah Empat Hari Turun

- Editor

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan volatilitas tinggi setelah sempat menguat tipis pada Selasa (29/7). Setelah melemah selama empat sesi berturut‑turut, logam mulia berhasil pulih mendekati level $3.330 per ounce ketika Dolar AS melepaskan sebagian kenaikannya. Penurunan imbal hasil Treasury AS dan data pasar tenaga kerja yang mengecewakan mendorong sebagian investor kembali membeli emas sebagai lindung nilai. Namun, sinyal teknikal dari Dupoin Futures Indonesia menegaskan bahwa tren bearish pada XAU/USD belum sepenuhnya terkikis.

Menurut Andy Nugraha, analis

dari Dupoin Futures Indonesia, rangkaian pola candlestick yang dipadukan dengan indikator Moving Average masih menunjukkan dominasi tekanan jual. “Momentum bearish sejauh ini cukup kuat. Jika tekanan ini berlanjut, target psikologis di $3.300 bisa kembali tersentuh,” ujarnya. Di sisi lain, ia menambahkan, jika support pada area tersebut mampu menahan laju penurunan, rebound teknikal berpotensi mengangkat harga hingga mendekati resistensi di $3.344.

Baca Juga :  Daftar Aset Kripto Legal Diperbarui, Peluang Genjot Minat Investor Lokal

Salah satu katalis utama adalah laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan Juni yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Lowongan kerja merosot ke 7,437 juta—turun dari 7,769 juta pada Mei dan di bawah ekspektasi—menandakan kehati‑hatian perusahaan dalam merekrut karyawan di tengah ketidakpastian tarif. Pada saat bersamaan, kabar bahwa AS dan China sepakat melanjutkan pembicaraan untuk mempertahankan gencatan tarif dalam dua minggu ke depan ikut memperbaiki sentimen perdagangan global.

Di sisi lain, survei Conference Board mencatat peningkatan Keyakinan Konsumen AS menjadi 97,2 pada Juli, naik dari 93,0 pada Juni dan melampaui perkiraan. Meskipun demikian, banyak rumah tangga masih menghadapi kesulitan mencari pekerjaan, menciptakan kontras antara optimisme konsumen dan realitas pasar tenaga kerja. Ketegangan antara dua sentimen ini menambah lapisan ketidakpastian bagi harga emas.

Fokus pasar sekarang tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu malam waktu AS. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan tingkat suku bunga berada di kisaran 96%, sedangkan kemungkinan pemotongan hanya 4%. Komentar Gubernur Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman dalam konferensi pers diperkirakan akan menjadi penentu selera risiko pelaku pasar.

Baca Juga :  Surabaya, Malang, dan Yogyakarta Jadi Kota Favorit Pelanggan di Masa Nataru, Penjualan Tiket Terus Meningkat

Selain itu, rangkaian data seperti laporan GDP kuartal II, Nonfarm Payrolls Juli yang diperkirakan melambat, survei PMI Manufaktur ISM, dan Indeks Harga PCE Inti bakal menjadi sorotan berikutnya. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguat ke 98,91, menambah beban bagi emas karena meningkatkan opportunity cost memegang logam mulia.

Dengan latar kondisi makro dan teknikal yang masih menguntungkan bearish, Andy Nugraha menekankan pentingnya pengelolaan risiko. Para trader disarankan fokus pada rentang $3.300–$3.344 sebagai acuan, karena pergerakan di luar level tersebut akan memberi sinyal arah XAU/USD selanjutnya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru