Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama

- Editor

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Algarinews.com | Jakarta – Proyek Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai NCICD Fase A Tahap 3 Paket 2 dengan nilai pagu mencapai Rp193,6 miliar yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menuai sorotan tajam. Tender yang telah dinyatakan selesai ini dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan dalam proses evaluasi hingga penetapan pemenang.

Proyek yang berlokasi di Jakarta Utara ini memiliki ruang lingkup pekerjaan yang kompleks, meliputi pembangunan tanggul spun pile, embankment, drainase, pintu air, hingga akses nelayan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir pesisir Jakarta. Selasa (28/04/2026).

Berdasarkan data tender, tercatat sebanyak 58 peserta mengikuti proses lelang. Namun fakta mencolok muncul karena hanya dua perusahaan yang benar-benar mengajukan penawaran harga, yaitu:

dengan penawaran Rp191,9 miliar

dengan penawaran Rp193,57 miliar

Puluhan peserta lainnya gugur dalam berbagai tahapan evaluasi, baik administratif maupun teknis.

Mayoritas peserta dinyatakan tidak lulus dengan berbagai alasan, di antaranya:

Tidak melengkapi dokumen perizinan OSS

Baca Juga :  ESI DELI SERDANG: Aniversary FFDS 1st Membakar Semangat E-Sports Lokal!

Tidak menyampaikan jaminan penawaran sesuai ketentuan

Nilai teknis tidak memenuhi ambang batas tinggi (91,00)

Sertifikat K3 tidak berlaku

Gagal pembuktian dokumen asli

Sejumlah perusahaan besar bahkan ikut gugur dalam tahap teknis, seperti:

Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait objektivitas dan proporsionalitas evaluasi.

Tender akhirnya dimenangkan oleh:

dengan nilai penawaran sebesar Rp191.919.976.997,96, sangat dekat dengan nilai HPS sebesar Rp193,59 miliar.

Dengan hanya dua penawar aktif dari 58 peserta, serta selisih harga yang tipis dengan HPS, kondisi ini mengindikasikan rendahnya tingkat persaingan dalam tender. Situasi tersebut kerap menjadi perhatian dalam pengadaan proyek pemerintah karena berpotensi mengarah pada praktik tidak sehat.

Jumari Purnama, S.I.Kom., Pembina Ormas dan LSM Api Nusantara Raya, melontarkan kritik keras terhadap proses tender tersebut.

Menurutnya, fenomena gugurnya peserta secara masif bukan hal yang wajar dalam tender sebesar ini.

“Ketika dari 58 peserta hanya dua yang memasukkan penawaran, ini bukan lagi persoalan teknis biasa. Ini menunjukkan adanya potensi pembatasan kompetisi yang harus diusut,” tegas Jumari.

Baca Juga :  "Negara Absen di Sungai Melawi : Tambang Emas Ilegal Mengganas, APH Diduga Tutup Mata"

Ia juga menyoroti ambang batas teknis yang dinilai terlalu tinggi.

“Ambang batas nilai teknis 91 itu sangat tinggi dan berpotensi menjadi alat seleksi yang tidak proporsional. Ini bisa mengarah pada dugaan pengkondisian peserta,” lanjutnya.

Jumari Purnama  S.I.Kom, mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proses tender tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi.

“Kami meminta dilakukan audit independen. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, maka aparat penegak hukum harus segera turun tangan,” ujarnya.

Ia juga mendorong keterlibatan sejumlah lembaga, seperti:

untuk melakukan pengawasan dan penelusuran lebih lanjut.

Sebagai proyek strategis untuk perlindungan pesisir Jakarta, pembangunan tanggul NCICD seharusnya dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan persaingan sehat. Namun, temuan dalam proses tender ini justru memunculkan tanda tanya besar yang memerlukan perhatian serius dari publik dan pihak berwenang.

Berita Terkait

Contoh Positif! Warga Langkat Kembalikan Lahan Hutan Lindung Tanpa Paksaan
DPC PDIP Sergai Serahkan Mandat BMI, Abdul Hamid Nahkodai Periode 2025–2030
LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH
Poniran, selaku kepala desa sekaligus merangkup ketua abdesi kecamatan Tanjung sari , Diduga merekayasa anggaran dana desa demi kepentingan diri pribadi, 
Dugaan Percaloan Kembali Mencoreng Pelayanan Satpas Satlantas Polres Garut, Warga Diminta Bayar Tambahan Untuk SIM Instan
Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah
Darma Wijaya Ajak ASN Bersepeda, PWI Sergai Beri Apresiasi di Acara Buka Bersama
Diduga Inisial ( PD ) Merasa Kebal Hukum Menimbun BBM Jenis Pertalite Subsidi Dirumah Warga Minta Kapolda Lampung Dan Kapolres Tidak Tegas !!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:41 WIB

Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama

Selasa, 28 April 2026 - 13:11 WIB

Contoh Positif! Warga Langkat Kembalikan Lahan Hutan Lindung Tanpa Paksaan

Selasa, 28 April 2026 - 13:03 WIB

DPC PDIP Sergai Serahkan Mandat BMI, Abdul Hamid Nahkodai Periode 2025–2030

Selasa, 28 April 2026 - 12:45 WIB

LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH

Minggu, 19 April 2026 - 13:30 WIB

Poniran, selaku kepala desa sekaligus merangkup ketua abdesi kecamatan Tanjung sari , Diduga merekayasa anggaran dana desa demi kepentingan diri pribadi, 

Sabtu, 18 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Percaloan Kembali Mencoreng Pelayanan Satpas Satlantas Polres Garut, Warga Diminta Bayar Tambahan Untuk SIM Instan

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:48 WIB

Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:51 WIB

Darma Wijaya Ajak ASN Bersepeda, PWI Sergai Beri Apresiasi di Acara Buka Bersama

Berita Terbaru

Bisnis

Kenapa Harga Besi Murah Justru Bikin Biaya Membengkak?

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:01 WIB