Harga Emas Ngamuk! Pecah Rekor USD 3.685, Apa Langkah The Fed Selanjutnya?

- Editor

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia kembali menjadi sorotan setelah pada Senin (15/9) berhasil mencetak rekor baru, menembus level USD 3.685 per ons. Kenaikan ini tidak datang begitu saja. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi mendorong investor untuk kembali menjadikan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global.

Bagi banyak pelaku pasar, pencapaian ini menandai tren bullish yang kuat di pasar emas. Permintaan terhadap emas semakin meningkat karena investor mencari alternatif yang lebih aman ketika ketidakpastian kebijakan moneter AS masih membayangi.

Fokus Utama: Kebijakan The Fed

Sorotan terbesar pasar minggu ini ada pada keputusan Federal Reserve (The Fed). Banyak analis memperkirakan bank sentral AS itu akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember lalu. Jika pemangkasan benar terjadi, hal itu bisa menambah dorongan besar bagi harga emas untuk melanjutkan reli.

Pemangkasan suku bunga biasanya membuat aset berdenominasi dolar menjadi kurang menarik, sehingga investor cenderung beralih ke emas yang dianggap lebih aman dan stabil. Karena itu, banyak yang meyakini rekor emas saat ini bukanlah puncak, melainkan awal dari tren kenaikan berikutnya.

Baca Juga :  transcosmos Indonesia dan Mitsubishi Motors Indonesia Bahas Evolusi Customer Experience Menuju Era Hyper-personalization

Sentimen Global Dorong Optimisme

Selain faktor The Fed, emas berjangka AS untuk Desember juga ditutup lebih tinggi, naik 0,8% menjadi USD 3.719 per ons. Dukungan tambahan datang dari kabar bahwa Tiongkok berencana melonggarkan aturan impor-ekspor emas. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan emas baik dari sektor resmi maupun swasta, memperkuat dorongan harga global.

Di sisi lain, ketegangan politik juga ikut menjadi faktor yang diperhatikan pasar. Presiden Trump disebut tengah berupaya memperluas pengaruhnya terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Dinamika politik semacam ini menambah lapisan ketidakpastian yang biasanya justru menjadi katalis positif bagi harga emas.

Investasi Emas Semakin Mudah Lewat Nanovest

Lonjakan harga emas dunia hingga rekor terbaru ini memperlihatkan betapa pentingnya emas dalam portofolio investasi, baik untuk diversifikasi maupun sebagai lindung nilai. Bagi investor ritel di Indonesia, kabar seperti ini bisa menjadi momentum untuk mulai berinvestasi emas secara digital.

Di sinilah Nanovest hadir sebagai solusi. Melalui aplikasi Nanovest, kamu bisa berinvestasi di emas digital, sekaligus memperluas portofolio ke saham Amerika Serikat dan aset kripto. Semua bisa dilakukan hanya dalam satu aplikasi dengan proses transaksi yang cepat, biaya kompetitif, dan tampilan yang ramah pengguna.

Baca Juga :  Kompetisi Video Reels Resmi Dibuka, Sribu Beri Hadiah Rp15 Juta

Yang menarik, bagi para investor pemula tidak perlu khawatir soal keamanan. Karena cuma di Nanovest, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Artinya, kamu bisa berinvestasi dengan lebih tenang, tanpa harus was-was terhadap potensi ancaman digital.

Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Kesimpulan

Dengan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor di atas USD 3.685 per ons, jelas bahwa minat investor terhadap aset safe haven ini sedang berada di puncak. Keputusan The Fed dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah selanjutnya, apakah emas akan terus melaju atau justru mengalami koreksi.

Bagi investor ritel, kondisi ini bisa menjadi peluang emas—secara harfiah maupun figuratif. Dan dengan dukungan platform seperti Nanovest, berinvestasi di emas digital, saham global, hingga kripto kini bisa dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan terproteksi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB