Strategi Laddering untuk Kelola Deposito Lebih Fleksibel

- Editor

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak orang memilih deposito sebagai instrumen investasi karena sifatnya yang relatif aman dan memberikan imbal hasil tetap. Namun, ada satu tantangan klasik yang sering muncul. Sama seperti tabungan berjangka, dana yang ditempatkan di deposito akan “terkunci” hingga jangka waktu yang dipilih berakhir. 

Semakin panjang tenor, biasanya bunga yang ditawarkan lebih tinggi. Namun, konsekuensinya, kamu tidak bisa menggunakan dana tersebut sewaktu-waktu tanpa terkena penalti.

Untuk mengatasi dilema antara ingin bunga lebih tinggi tetapi tetap punya fleksibilitas, ada satu strategi yang cukup populer di kalangan investor yaitu strategi laddering.

Apa Itu Laddering?

Laddering atau strategi tangga, adalah teknik menempatkan dana deposito ke dalam beberapa tenor berbeda. Tujuannya agar dana bisa jatuh tempo secara bergantian dalam periode tertentu. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati bunga kompetitif tanpa harus khawatir seluruh dana terikat terlalu lama.

Ibaratnya, kamu sedang membuat “anak tangga” yang tersusun dari beberapa deposito dengan jangka waktu bervariasi. Setiap kali satu deposito jatuh tempo, kamu bisa memutuskan apakah ingin menggunakan uang tersebut atau memperpanjang ke deposito baru. Teknik ini juga termasuk cara menabung deposito jangka pendek karena kamu menempatkan dana di deposito tenor pendek. 

Simulasi Sederhana

Katakanlah kamu punya dana Rp9 juta yang ingin ditempatkan di deposito. Jika seluruhnya masuk ke deposito 12 bulan, memang bunga yang diperoleh cukup maksimal. Tetapi masalahnya, dana tersebut baru bisa diakses setahun kemudian.

Nah, dengan teknik laddering, dana Rp9 juta tadi bisa dibagi seperti ini:

1. Rp3 juta di deposito 3 bulan

2. Rp3 juta di deposito 6 bulan

Baca Juga :  BINUS International’s Miss Cambodia Steps Into 2024 Miss International Spotlight

3. Rp3 juta di deposito 12 bulan

Hasilnya, setiap 3 bulan sekali, ada dana deposito yang jatuh tempo. Uang ini bisa kamu tarik jika butuh, atau kamu perpanjang kembali sesuai kebutuhan. Dengan begitu, dana tetap berputar, tetapi kamu juga tidak kehilangan fleksibilitas dalam mengelola keuangan.

Keuntungan Strategi Laddering

1. Fleksibilitas lebih tinggi

Daripada seluruh dana terkunci dalam tenor panjang, laddering memberi opsi untuk mengakses sebagian dana dalam interval tertentu. Cara menabung deposito jangka pendek hingga jangka panjang ini membantu mengantisipasi kebutuhan mendadak tanpa harus mencairkan seluruh deposito dan terkena penalti.

2. Potensi bunga lebih optimal

Karena sebagian dana tetap ditempatkan di tenor panjang, kamu masih bisa menikmati bunga lebih tinggi. Jadi, kamu tidak sepenuhnya mengorbankan imbal hasil hanya demi fleksibilitas.

3. Manajemen risiko lebih baik

Suku bunga deposito bisa berubah dari waktu ke waktu, tergantung kebijakan bank dan kondisi ekonomi. Dengan laddering, kamu bisa menyebar risiko suku bunga karena tidak semua dana ditempatkan dalam tenor yang sama. Saat ada perubahan bunga, kamu masih punya kesempatan menyesuaikan strategi pada deposito yang baru jatuh tempo.

Studi Kasus 

Bayu, seorang pekerja kantoran berusia 28 tahun, memiliki dana Rp30 juta yang ingin ditempatkan di deposito. Ia khawatir jika menaruh semuanya di tenor 12 bulan, karena bisa saja ia membutuhkan dana untuk renovasi rumah di tengah jalan.

Akhirnya, Bayu membagi dananya menjadi tiga:

– Rp10 juta di deposito 3 bulan

– Rp10 juta di deposito 6 bulan

– Rp10 juta di deposito 12 bulan

Hasilnya, Bayu tetap memperoleh bunga kompetitif dari deposito tenor panjang, namun juga memiliki akses dana setiap beberapa bulan. Bahkan, saat bunga deposito naik di bulan ke-6, ia bisa memperpanjang deposito 3 bulannya dengan bunga yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Peluncuran TalentDNA di Platform Digital MyIM3! 12.000 Orang Amazing You 5 Jadi Saksi Kolaborasi ESQ, Lintasarta, dan Indosat

Strategi laddering bisa jadi solusi cerdas bagi kamu yang ingin berinvestasi di deposito tanpa kehilangan fleksibilitas. Dengan membagi dana ke dalam beberapa tenor, kamu tetap bisa menikmati bunga yang kompetitif sekaligus menjaga likuiditas.

Teknik ini cocok untuk siapa saja yang ingin disiplin menabung, mengelola risiko suku bunga, atau sekadar memastikan dana tetap berputar tanpa harus merasa “terkunci”. Laddering bukan sekadar strategi finansial, tetapi juga cara menjaga keseimbangan antara keamanan, keuntungan, dan kenyamanan dalam mengatur keuangan pribadi.

Kamu bisa menggunakan teknik laddering untuk deposito ini di neobank dari Bank Neo Commerce. Produk-produk deposito yang bisa kamu coba adalah Deposito WOW dengan berbagai pilihan tenor mulai dari 1 hingga 12 bulan. Nikmati keuntungan deposito dari bunga yang kompetitif. Ditambah, kamu bisa mulai membuka Deposito WOW dengan nominal kecil yaitu Rp100 ribu di neobank, yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai cara investasi deposito aman.

Download neobank di PlayStore atau App Store dan buka Deposito WOW. Dapatkan kemudahan cara investasi deposito aman melalui Deposito WOW di neobank!

Kunjungi link Deposito WOW untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan terbaru mengenai Deposito WOW, 

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International
Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara
Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang
MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan
Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan
Long-Term Villa Rental Bali: How to Plan a Seamless “Year Setup” for Mail, Banking, Drivers, and Recurring Services
Krakatau Steel: Kebijakan Korea Tegaskan Pentingnya Perlindungan Industri Baja
BRI Life Perkuat Kualitas Portofolio di Kuartal I 2026: Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp1,17 Triliun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:01 WIB

MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:02 WIB

Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:01 WIB

Krakatau Steel: Kebijakan Korea Tegaskan Pentingnya Perlindungan Industri Baja

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

BRI Life Perkuat Kualitas Portofolio di Kuartal I 2026: Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp1,17 Triliun

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perluas Jangkauan Layanan, BRI Mangga Dua Jalin Kolaborasi Strategis dengan DoubleTree by Hilton

Berita Terbaru