Harga Bitcoin Melonjak Imbas Keheningan The Fed

- Editor

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 3 Desember 2025 – Pasar aset kripto menunjukkan reaksi positif terhadap keengganan Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, untuk membahas kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter dalam pidatonya di Stanford University. 

Penguatan harga Bitcoin ini didorong oleh kelegaan pasar yang tengah sensitif terhadap sinyal likuiditas, terutama mengingat blackout period The Fed atau masa senyap wajib yang berlaku bagi semua pejabat dan anggota Dewan Gubernur The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, yang dimulai sekitar sepuluh hari sebelum pertemuan penentuan suku bunga menjelang pertemuan Federal Open Market Committee yang akan datang.

Dalam sambutan pembukaannya yang ditujukan untuk menghormati mendiang ekonom George Shultz, Jerome Powell dengan tegas menyatakan tidak akan menyinggung isu kebijakan moneter. Keengganan ini, yang memang telah diantisipasi, bertepatan dengan berakhirnya program quantitative tightening (QT) The Fed. 

Meskipun Powell menghindari isu saat ini, penghentian QT berpotensi memberikan sedikit stabilitas likuiditas di pasar, membuka spekulasi mengenai kemungkinan quantitative easing (QE) di masa mendatang.

Baca Juga :  Kenapa Beauty World Pilihan Tepat untuk Belanja Produk Kecantikan?

Merespons keheningan tersebut, harga Bitcoin langsung mencatatkan kenaikan lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir, mencapai level di sekitar $92.700. Pergerakan ini menjadi rebound signifikan dari level terendahnya kemarin di $83.800, dengan level tertinggi menyentuh $90.600. 

Volume perdagangan dilaporkan tetap tinggi, menandakan adanya sentimen beli saat harga turun di kalangan trader. Meskipun demikian, sentimen pada pasar derivatif global menunjukkan sinyal yang masih bervariasi, mencerminkan adanya kehati-hatian di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.

Di tengah situasi global yang bergejolak ini, Bittime sebagai crypto exchange lokal yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmennya terhadap stabilitas sistem. Bittime memanfaatkan teknologi global canggih untuk menjamin sistemnya tetap stabil, bahkan ketika volume transaksi melonjak tinggi akibat gejolak pasar. 

Baca Juga :  Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

Komitmen utama Bittime ini tercermin melalui identitasnya dengan slogan “Begin Investing Today”, yang mendorong masyarakat untuk segera memulai investasi sejak dini demi mencapai pertumbuhan aset yang optimal.

Identitas kuat ini kemudian didukung oleh empat nilai fundamental yang menjadi pilar utama platform Bittime, yakni Trustworthy (Terpercaya), Immediate (Cepat), Minimized (Biaya Minimal), dan Effortless (Mudah). 

Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International
Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara
Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang
MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan
Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan
Long-Term Villa Rental Bali: How to Plan a Seamless “Year Setup” for Mail, Banking, Drivers, and Recurring Services
Krakatau Steel: Kebijakan Korea Tegaskan Pentingnya Perlindungan Industri Baja
BRI Life Perkuat Kualitas Portofolio di Kuartal I 2026: Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp1,17 Triliun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:01 WIB

MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:02 WIB

Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:01 WIB

Krakatau Steel: Kebijakan Korea Tegaskan Pentingnya Perlindungan Industri Baja

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

BRI Life Perkuat Kualitas Portofolio di Kuartal I 2026: Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp1,17 Triliun

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perluas Jangkauan Layanan, BRI Mangga Dua Jalin Kolaborasi Strategis dengan DoubleTree by Hilton

Berita Terbaru