Penerima Beasiswa Pertamina Diperkuat Pelatihan Kebencanaan untuk Aksi Sobat Bumi

- Editor

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Merespons meningkatnya kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tanggap dan siap merespons bencana melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana dan trauma healing bagi penerima Beasiswa Sobat Bumi (SoBI).

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pelatihan diberikan secara daring. Pelatihan ini juga diberikan untuk membekali para penerima beasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar penanganan kebencanaan yang akan diimplementasikan dalam Aksi Sobat Bumi jilid kedua dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pertamina.

Dalam pelatihan ini, para penerima beasiswa diberikan pemahaman menyeluruh mengenai siklus manajemen bencana, mulai dari pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana. Mereka juga diperkenalkan pada konsep kesiapsiagaan bencana, termasuk pengenalan risiko, mitigasi, sistem peringatan dini, hingga peran yang bisa mereka lakukan untuk mengurangi dampak bencana.

Selain itu, mereka juga mendapatkan materi trauma healing pascabencana melalui pendekatan Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid/PFA). Materi ini mengajarkan tentang pentingnya mendukung proses pemulihan psikososial agar penyintas dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih normal dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat, serta menempatkan relawan sebagai pendamping yang humanis dan beretika.

Baca Juga :  eKYC untuk Tanda Tangan Digital: Proses Cepat dan Aman

Ketua Bidang Anggota dan Sukarelawan PMI Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Fitri Rahmadana, menegaskan bahwa kesiapan relawan muda menjadi elemen penting dalam penanganan bencana yang berkelanjutan.

“Dalam penanganan bencana, relawan tidak hanya dituntut sigap secara fisik, tetapi juga mampu memberikan dukungan psikologis awal kepada penyintas. Melalui pelatihan ini, penerima Beasiswa Sobat Bumi dibekali pemahaman kesiapsiagaan bencana serta keterampilan dasar trauma healing agar dapat hadir secara empatik, tepat, dan tidak memperburuk kondisi psikologis korban,” ujar Fitri, Rabu (17/10).

Aksi Sobat Bumi jilid kedua dikemas dalam dua rangkaian kegiatan utama, yaitu Aksi Pulihkan Bumi dan Aksi Tanam Pohon. Dalam Aksi Pulihkan Bumi, para penerima Beasiswa Sobat Bumi akan mengimplementasikan langsung hasil pelatihan dengan memberikan trauma healing kepada korban terdampak bencana serta melakukan edukasi kesiapsiagaan bencana ke sekolah-sekolah.

Sementara itu, Aksi Tanam Pohon dilaksanakan sebagai upaya mitigasi dan pencegahan bencana, khususnya untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dengan menanam pohon penyerap karbon dan mangrove.

Baca Juga :  Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan bahwa Aksi Sobat Bumi jilid kedua ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus memperkuat upaya pencegahan bencana.

“Aksi Sobat Bumi jilid kedua ini mendorong kepekaan dan kepedulian para penerima Beasiswa Sobat Bumi terhadap korban bencana, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar bencana serupa tidak kembali terjadi. Melalui trauma healing, edukasi kesiapsiagaan bencana, dan aksi tanam pohon secara serentak, kami ingin memastikan pemulihan dan pencegahan berjalan beriringan,” tutup Agus.

Agustus lalu, Aksi Sobat Bumi jilid pertama, HUT ke-80 Republik Indonesia, mengusung semangat ketahanan pangan. Selain menanam 6460 bibit pohon mangrove dan daratan serta aksi pungut sampah 921 kilogram, para penerima beasiswa juga mewujudkan kemandirian pangan melalui instalasi 204 budi daya ikan dalam ember dengan 12.035 bibit ikan lele dan 5.123 benih sayur.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru