Tekanan Global Masih Dominan, XAU/USD Berisiko Lanjutkan Koreksi

- Editor

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam fase tekanan, seiring menguatnya sentimen negatif dari faktor fundamental dan teknikal global. Analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, selaku analis, menegaskan bahwa pergerakan emas saat ini menunjukkan kecenderungan bearish yang semakin solid, sehingga potensi koreksi lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas tercatat mengalami penurunan tajam, bahkan sempat merosot hampir 10% dan jatuh ke bawah level psikologis US$4.900. Pelemahan ini terjadi setelah pasar merespons perkembangan politik dan kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilihannya untuk calon Ketua Federal Reserve. Sentimen tersebut diperkuat oleh data inflasi AS yang masih berada di level tinggi, sehingga memperkuat keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai jangka pendek melemah, mengingat investor kembali melirik aset berbunga sebagai alternatif investasi.

Memasuki awal pekan, tekanan terhadap harga emas belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada sesi awal Asia hari Senin, XAU/USD kembali tertekan hingga ke area sekitar US$4.780, melanjutkan tren penurunan setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada pekan sebelumnya. Stabilitas politik di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan emas, terutama setelah muncul laporan bahwa Kevin Warsh akan dinominasikan sebagai Ketua The Fed. Figur ini dipandang sebagai kandidat yang relatif moderat dan aman, sehingga kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi politik dalam kebijakan moneter AS mulai berkurang.

Baca Juga :  KA Gumarang Berhenti di Stasiun Kradenan dan KA Matarmaja Berhenti di Stasiun Kedungjati per 1 Februari 2026, KAI Hadirkan Tambahan Alternatif KA bagi Warga Grobogan

Andy Nugraha menjelaskan bahwa dari sisi teknikal, struktur pergerakan harga emas saat ini menunjukkan penguatan tren turun. Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Secara teknis, XAU/USD masih bergerak fluktuatif di sekitar area psikologis US$5.000, namun belum mampu membentuk sinyal pembalikan arah yang kuat. “Selama harga tidak mampu bertahan dan kembali menguat di atas area resistensi penting, maka peluang pelemahan lanjutan masih terbuka cukup lebar,” jelas Andy.

Untuk proyeksi pergerakan hari ini, Dupoin Futures memetakan dua skenario utama. Jika tekanan bearish berlanjut secara konsisten, maka harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support di kisaran level 4.594. Area ini menjadi titik teknikal penting yang berpotensi menjadi target penurunan jangka pendek. Sebaliknya, apabila harga gagal menembus level tersebut dan terjadi koreksi teknikal, maka peluang kenaikan terdekat diperkirakan berada di sekitar area 4.584 sebagai resistance awal.

Dari sisi fundamental, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk laporan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Selain itu, data inflasi produsen AS yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan. Indeks Harga Produsen (PPI) Desember tercatat naik 3% secara tahunan, sementara PPI inti meningkat menjadi 3,3%, melampaui ekspektasi konsensus pasar. Data ini mengindikasikan bahwa tekanan biaya di sektor produksi masih cukup tinggi, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas.

Baca Juga :  Bank Raya Optimis Terus Kembangkan Produk Raya App yang Built to Last

Meski sentimen negatif mendominasi, faktor geopolitik tetap menjadi variabel penting yang dapat menahan tekanan penurunan harga emas. Ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, termasuk meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran, berpotensi mendorong kembali permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Oleh karena itu, volatilitas pergerakan XAU/USD diperkirakan tetap tinggi.

Andy Nugraha menekankan bahwa dalam kondisi pasar saat ini, investor dan trader perlu mengedepankan manajemen risiko yang disiplin serta memperhatikan kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Dengan dominasi tren bearish yang masih kuat, pergerakan emas hari ini diproyeksikan tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi, pernyataan pejabat bank sentral, serta perkembangan geopolitik global yang dapat dengan cepat mengubah arah sentimen pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil
Berdayakan Generasi Muda, BINUS @Medan Perkuat Peran sebagai Penggerak Pengembangan Talenta Kota Medan
NPF Terkendali di 2,23%, BRI Finance Tunjukkan Ketahanan Kualitas Aset
Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY
54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025
CEO Bittime, Ryan Lymn: One-Stop-Solution Bagi Investasi New Era of Real-World Assets (RWA)
Solusi Anti Mleyot! napocut Spill Rahasia Hijab Paris Premium yang Tetap Tegak Paripurna Seharian
Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Gresik Serap Hingga 7.500 Tenaga Kerja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 15:01 WIB

Apa Itu Flight to Safety? Strategi saat Pasar Tidak Stabil

Senin, 4 Mei 2026 - 15:01 WIB

Berdayakan Generasi Muda, BINUS @Medan Perkuat Peran sebagai Penggerak Pengembangan Talenta Kota Medan

Senin, 4 Mei 2026 - 14:00 WIB

NPF Terkendali di 2,23%, BRI Finance Tunjukkan Ketahanan Kualitas Aset

Senin, 4 Mei 2026 - 13:01 WIB

Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY

Senin, 4 Mei 2026 - 12:01 WIB

54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

Senin, 4 Mei 2026 - 12:01 WIB

Solusi Anti Mleyot! napocut Spill Rahasia Hijab Paris Premium yang Tetap Tegak Paripurna Seharian

Senin, 4 Mei 2026 - 12:01 WIB

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Gresik Serap Hingga 7.500 Tenaga Kerja

Senin, 4 Mei 2026 - 12:01 WIB

Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

Berita Terbaru