SUCOFINDO Perkuat Ekosistem Nilai Karbon melalui Kolaborasi Lintas Sektor

- Editor

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT SUCOFINDO (PERSERO) mewujudkan komitmennya mendukung upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia salah satunya peran aktif PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam Seminar Nasional bertajuk Monetisasi Emisi Karbon : “Strategi Baru Meningkatkan Perusahaan” guna memperkuat kapasitas, membangun keselarasan pemahaman, serta mendorong kolaborasi nyata dari berbagai lintas sektor untuk pengembangan ekosistem bisnis karbon yang dihelat di Aula Perbanas Institute.

Hadir pada kegiatan ini Direktur Sumber Daya Manusia PT SUCOFINDO (PERSERO) Budi Utomo, Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO) Dani Pramantyo, Ketua Umum Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan (Atkarbonist) Musdhalifah Machmud dan Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar.

Direktur Sumber Daya Manusia PT SUCOFINDO (PERSERO) Budi Utomo, menyampaikan bahwa sebagai BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) terus berperan aktif dalam mendukung agenda dekarbonisasi di Indonesia.

“SUCOFINDO menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar,” ujar Budi Utomo.

Budi Utomo melanjutkan, “Kontribusi PT SUCOFINDO (PERSERO) tidak hanya terbatas pada layanan validasi dan verifikasi, tetapi juga mencakup konsultansi serta solusi bisnis hijau yang komprehensif,” kata Budi Utomo.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Direktur Operasi PT SUCOFINDO (PERSERO) Dani Pramantyo menegaskan bahwa, “Realisasi pengurangan emisi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. SUCOFINDO siap mendukung berbagai sektor untuk mengambil langkah nyata dalam menurunkan jejak karbon dan berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan global,” tegas Dani Pramantyo.

Baca Juga :  KAI Bandara Fasilitasi Penumpang Berbuka Puasa di Stasiun dan Dalam Kereta

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Atkarbonist Musdhalifah Machmud, menegaskan pada keynote speech-nya bahwa perubahan iklim saat ini bukan lagi hanya menjadi isu lingkungan tetapi telah menjadi faktor utama yang memengaruhi arah investasi global, perdagangan internasional dan strategi bisnis perusahaan.

“Perusahaan yang mampu mengelola emisi secara transparan dan terukur akan memiliki keunggulan kompetitif, akses pembiayaan hijau, serta reputasi yang lebih kuat di pasar global,” jelas Musdhalifah Machmud.

Selanjutnya Musdhalifah Machmud menyampaikan bersama mitra strategis lainnya, Atkarbonis berkomitmen membangun ekosistem kolaboratif yang mampu mempercepat implementasi bisnis berkelanjutan di Indonesia, sehingga sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, menciptakan peluang investasi baru serta memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.

“Kami berharap seminar ini menjadi ruang diskusi strategis yang mampu memperkuat pemahaman modernisasi emisi karbon serta mendorong lahirnya kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan. Bumi terjaga, lestari selamanya. Keberlanjutan merupakan strategi keberlanjutan masa depan,” tutur Musdhalifah Machmud.

Sebagai narasumber pada kegiatan Seminar Nasional tersebut, Head Unit Climate Solutions and Sustainable Energy PT SUCOFINDO (PERSERO) Dikman Purnama, menjelaskan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) mengambil peran aktif dalam mendukung terwujudnya pasar karbon Indonesia yang berintegitas tinggi.

Dikman Purnama memaparkan Indonesia telah menetapkan komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen untuk mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca secara terukur dan berkelanjutan.

“PT SUCOFINDO (PERSERO) menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk menghadirkan klaim emisi yang berintegritas dan dilanjutkan dengan peran tim SRN-KLH melalui tim MRV yaitu memastikan implementasi Measurement, Reporting and Verification (MRV) telah berjalan sesuai dengan regulasi dan standar nasional maupun internasional,” tegas Dikman Purnama.

Baca Juga :  Apa Itu Trading? Panduan Istilah Dasar untuk Trader KVB Indonesia

Peran strategis PT SUCOFINDO (PERSERO) juga hadir sebagai Validation and Verification Body (VVB), “Kami hadir sebagai Validation and Verification Body (VVB) yaitu sebuah proses independen yang dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa informasi emisi Gas Rumah Kaca telah sesuai dengan kriteria yang disepakati, dan dilaksanakan oleh validator serta verifikator yang kompeten,” jelas Dikman Purnama.

Lebih lanjut Dikman Purnama menyampaikan, “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi erat dari berbagai lintas sektor, Indonesia dapat membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang tidak hanya mendukung pencapaian Net Zero Emission, tetapi juga meningkatkan daya saing nasional di pasar global,” tutup Dikman Purnama.

Untuk mendukung mitigasi perubahan iklim, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga memiliki layanan otomasi pemantauan dan pengelolaan lingkungan, Pemetaan lahan dan tematik lainnya, Audit Lingkungan serta ESG (Environment, Social, and Governance) improvement and consultation. Selain itu, terdapat layanan untuk mendukung sustainable and green mining, green smelter, sustainable procurement, Ecolable, green office, green building, green port, konsultansi Energi Baru Terbarukan (EBT), Green Project Management, Industri Hijau, Sertifikasi GGL (Green Gold Label) dan CCS (carbon Capture Storage)/CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan
SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
BRI Finance Catatkan Kualitas Aset yang Solid dengan NPF 2,23%
Skema Mulai 0,7%, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Motor Premium
BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Medan, Tawarkan Solusi Pembiayaan Kompetitif
VRITIMES Hadir Sebagai Media Partner SCALECON 2026 Surabaya, Berbagi Wawasan tentang AI dan Masa Depan Media Digital
Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01 WIB

Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01 WIB

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01 WIB

BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01 WIB

BRI Finance Catatkan Kualitas Aset yang Solid dengan NPF 2,23%

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01 WIB

Skema Mulai 0,7%, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Motor Premium

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:01 WIB

VRITIMES Hadir Sebagai Media Partner SCALECON 2026 Surabaya, Berbagi Wawasan tentang AI dan Masa Depan Media Digital

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:04 WIB

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:01 WIB

Tampil di Jakarta Marketing Week 2026, Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

Berita Terbaru