Kekuatan dalam Keheningan

- Editor

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Di dunia saat ini, hampir tak terbayangkan sebuah bandara internasional yang sibuk berhenti beroperasi sepenuhnya selama satu hari penuh. Ini bukan kejadian satu kali, melainkan berlangsung setiap tahun. Tidak hanya Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang ditutup untuk seluruh penerbangan, tetapi seluruh aktivitas transportasi di pulau tersebut juga berhenti total. Masyarakat tetap berada di dalam rumah dan pada malam hari tidak ada lampu yang dinyalakan. Keheningan menyelimuti pulau yang biasanya ramai itu. Pembaca mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi. Ini bukan masa berkabung. Ini adalah sebuah perayaan. Inilah Tahun Baru Bali, Nyepi, hari hening untuk kontemplasi.

Tahun ini, Nyepi diperingati dari pagi hari tanggal 19 Maret hingga pagi hari tanggal 20 Maret, sesuai kalender Hindu Saka. Nyepi merupakan perayaan spiritual dan budaya yang sangat mendalam, sekaligus unik bagi Pulau Bali. Pada hari ini, masyarakat diharapkan merenungkan perjalanan tahun yang telah berlalu dalam keheningan, serta memulai tahun baru dengan niat yang positif. Pelaksanaan Nyepi sangat ketat, dengan pengamanan oleh petugas adat yang dikenal sebagai Pecalang. Dalam beberapa tahun, bahkan layanan internet dan komunikasi seluler pernah dibatasi. Wisatawan pun diharapkan tetap berada di dalam area hotel, dengan pembatasan pergerakan di luar.

Sebagian besar masyarakat Bali beragama Hindu. Indonesia bahkan menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki umat Hindu yang tidak berasal dari anak benua India. Meskipun terdapat banyak kesamaan dalam keyakinan antara masyarakat Bali dan umat Hindu di India, terdapat pula berbagai perbedaan yang tampak jelas, khususnya dalam perayaan hari besar. Jika di India festival besar meliputi Holi, Diwali, Durga Puja, Ganesh Chaturthi, atau Makar Sankranti, di Bali perayaan tersebut tidak begitu dikenal. Sebaliknya, masyarakat Bali memiliki tradisi dan perayaan sendiri, dengan Nyepi sebagai yang paling utama.

Baca Juga :  KAI Ajak Gen Z dan Milenial Menjelajahi Bumi Papandayan dengan Kereta Panoramic

Nyepi dirayakan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah Melasti, yang dilaksanakan beberapa hari sebelum Nyepi. Ini merupakan ritual penyucian yang bertujuan membersihkan alam semesta, baik secara lahir maupun batin, dari karma buruk dan dosa. Prosesi dilakukan secara meriah menuju pantai atau sumber air suci untuk mengambil tirta yang digunakan dalam penyucian benda-benda sakral, termasuk arca dewa.

Tahap kedua adalah Bhuta Yajna dan pawai Ogoh-ogoh yang berlangsung sehari sebelum Nyepi. Kata Ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali ogah-ogah yang berarti sesuatu yang digoyangkan. Dalam pawai ini, patung-patung besar berbentuk makhluk menyeramkan yang terbuat dari bambu dan kain diarak dan digoyangkan, melambangkan pengusiran energi negatif. Setelah itu, patung-patung tersebut dibakar di kuburan desa. Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan antara Tuhan, manusia, dan alam, serta untuk menenangkan Batara Kala, dewa dunia bawah dan kehancuran.

Tahap ketiga sekaligus yang paling penting adalah Nyepi itu sendiri, hari yang dikhususkan untuk refleksi diri. Kata Nyepi berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi atau hening. Segala hal yang dapat mengganggu tujuan utama tersebut dilarang keras. Masyarakat Bali menghabiskan hari dengan berdoa, berpuasa, dan bermeditasi untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan yang mereka sebut Sang Hyang Widhi Wasa.

Baca Juga :  Nikmati Musim Liburan Bersama Quby pada Quby Christmas Holidays Hublife

Nyepi berlandaskan pada Catur Brata atau empat pantangan utama. Pertama, Amati Geni yang melarang penggunaan api dan cahaya, termasuk listrik, bahkan memasak pun dihindari. Kedua, Amati Karya yang melarang aktivitas fisik kecuali yang berkaitan dengan penyucian diri secara spiritual. Ketiga, Amati Lelungan yang melarang bepergian. Keempat, Amati Lelanguan yang menekankan puasa serta melarang segala bentuk hiburan. Masyarakat Bali meyakini bahwa keheningan dalam segala bentuk mampu menyembuhkan, membersihkan, dan mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan.

Sehari setelah Nyepi, yang dikenal sebagai Ngembak Geni, suasana berubah total. Keluarga dan kerabat saling berkumpul, bersilaturahmi, melaksanakan ritual keagamaan bersama, dan kembali aktif dalam kehidupan sosial. Pada Nyepi hari ini, saya merenungkan bagaimana jadinya jika kita merayakan tahun baru seperti masyarakat Bali, jauh dari hiruk-pikuk perayaan tanpa makna yang kerap mewarnai tanggal 31 Desember setiap tahunnya.

Artikel ini ditulis oleh Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia
Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA
Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri
KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga
Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International
Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara
Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang
MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:01 WIB

MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:02 WIB

Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan

Berita Terbaru