Analisa Pasar FLOQ: Ketegangan Perang Dagang dan Pelemahan Ekonomi AS Dorong Minat Investor ke Bitcoin

- Editor

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi makroekonomi global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan berbagai kelas aset, termasuk saham dan aset kripto.

Jakarta, 13 April 2026 — Ketegangan perdagangan global kembali meningkat setelah Amerika Serikat mengumumkan kebijakan tarif baru yang kemudian dibalas oleh China dan Uni Eropa. Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan potensi perang dagang global yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dunia dan sentimen pasar keuangan. 

Dalam Market Outlook terbaru yang dirilis oleh platform aset kripto FLOQ, dinamika geopolitik serta perubahan kondisi makroekonomi global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan berbagai kelas aset, termasuk saham dan kripto. 

Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan sinyal pelemahan. Klaim pengangguran meningkat sementara indeks harga produsen (PPI) mengalami penurunan. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan. 

Secara historis, kondisi tersebut sering kali memberikan sentimen positif bagi aset berisiko seperti saham emerging markets dan kripto. 

Baca Juga :  Bangkit dari Dementia, Edwin Anderson Kini Jadi Fullstack Developer Gaji Ratusan Dollar!

Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah jalur perdagangan Selat Hormuz kembali dibuka turut menekan harga minyak dunia. Harga minyak WTI dilaporkan turun ke bawah US$100 per barel, mengurangi tekanan inflasi energi global. 

Menariknya, di tengah kondisi tersebut, Bitcoin justru menunjukkan ketahanan dengan diperdagangkan di kisaran US$71.000–US$72.000, setelah sebelumnya menguji area penting di sekitar US$69.000. 

Menurut Yudhono Rawis, Founder dan CEO FLOQ, kondisi pasar saat ini mencerminkan perubahan cara investor memandang aset kripto dalam konteks ekonomi global. 

“Ketika ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat, investor secara alami mencari alternatif di luar sistem keuangan tradisional. Bitcoin semakin dilihat bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai aset digital strategis yang dapat berperan dalam diversifikasi portofolio global,” ujar Yudhono Rawis

Ia menambahkan bahwa dinamika pasar saat ini menunjukkan kripto semakin berperan dalam percakapan ekonomi global, terutama dalam konteks adopsi institusional dan potensi penggunaannya dalam transaksi lintas negara. 

Sementara itu di dalam negeri, pasar saham Indonesia menunjukkan pemulihan yang signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 4,42% dalam satu hari, didukung oleh net buy investor asing sekitar Rp632 miliar, dengan sektor energi dan perbankan menjadi pendorong utama penguatan pasar. 

Fundamental makro Indonesia juga relatif stabil. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa nasional berada pada kisaran US$151,9 miliar, setara sekitar 6,1 bulan impor, jauh di atas standar internasional. 

Menurut analisis FLOQ, beberapa faktor global yang berpotensi memengaruhi pasar Indonesia dalam waktu dekat meliputi: 

Eskalasi perang dagang global yang berpotensi mengganggu rantai pasok dunia 

Pelemahan ekonomi Amerika Serikat yang dapat mendorong arus modal ke emerging markets 

Stabilitas harga minyak yang berpotensi membantu menjaga inflasi domestik 

Dalam menghadapi kondisi pasar yang volatil, FLOQ menekankan pentingnya pendekatan investasi yang disiplin. Untuk investor pemula, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum dinilai tetap relevan. Sementara bagi trader, area US$69.000–US$70.000 dipandang sebagai zona penting untuk akumulasi, dengan potensi pergerakan lanjutan apabila Bitcoin mampu menembus resistance di sekitar US$75.000. 

Baca Juga :  Rupiah Melemah Imbas Demonstrasi, Krisis Politik Indonesia dan Dampaknya pada Industri Aset Kripto

Menurut FLOQ, dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa kripto semakin berkembang dari sekadar aset spekulatif menjadi bagian dari ekosistem keuangan global yang lebih luas. 

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ  Academy yang dapat diakses tanpa biaya.  

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.  

Disclaimer Informasi dalam Market Outlook ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran atau rekomendasi investasi. Investor disarankan untuk melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.  

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA
Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.

Berita Terbaru