Azhary Husni : Bangkit Dari Kegagalan dan Menggerakkan Emak-Emak Penjual Properti TANPA MODAL

- Editor

Rabu, 30 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika banyak orang memandang bisnis properti sebagai dunia yang eksklusif dan penuh hambatan, Azhary Husni justru melihatnya sebagai ladang pemberdayaan.
Ia bukan hanya seorang developer perumahan di kawasan Jabodetabek, tapi juga penggerak sistem pemasaran berbasis komunitas; terutama dari kalangan ibu rumah tangga, karyawan, dan mahasiswa.
Baginya, membangun rumah tak hanya soal batu dan semen, tapi juga tentang membangun harapan bagi banyak orang untuk ikut tumbuh bersama. Simak kisahnya seperti dilansir dalam YouTube Sekali Seumur Hidup.

Sempat Minus Ratusan Juta

Sejak mulai terjun ke dunia pengembangan properti pada tahun 2016, Azhary dihadapkan pada tantangan klasik: produk bisa dibuat, tetapi menjualnya bukan hal mudah. 

Azhary mencapai titik terendah ketika ia mengambil alih sebuah proyek perumahan macet. Ternyata, perumahan tersebut dipenuhi masalah yang jauh lebih kompleks dari perkiraan.

“Saya dan tim sudah berusaha keras, tapi hasilnya belum maksimal. Sampai saya sadar, kami tak bisa mengandalkan sistem lama yang bertumpu pada tenaga penjual in-house,” kenangnya. Dari kegagalan ini, grup developer Haka Land yang ia kelola sempat mengalami minus sampai ratusan juta.

Setelah itu, muncul satu gagasan yang mengubah arah. Azhary mulai melihat potensi besar dari orang-orang yang sedang benar-benar membutuhkan penghasilan tambahan.

Menemukan “Pasukan Penjualan” yang Tak Terduga

Ketika ia membuka program freelance penjualan properti, hasilnya mengejutkan. Yang paling antusias justru bukan mereka yang berlatar belakang profesional di bidang properti, melainkan ibu rumah tangga, mahasiswa, dan pekerja swasta yang mencari tambahan penghasilan.

“Mereka semangat luar biasa. Bukan hanya karena komisinya besar, tapi karena mereka benar-benar butuh. Dan ketika tahu bisa jualan dari rumah, mereka langsung belajar cepat,” ujarnya.

Salah satu kisah datang dari Ima, ibu rumah tangga yang pertama kali bergabung saat pandemi COVID-19 melanda. Suaminya terkena PHK, dan ia mencoba berbagai cara menghasilkan uang, mulai dari afiliasi e-commerce hingga konten TikTok. Namun, buat Ima hasil komisinya masih belum mencukupi. Hingga akhirnya ia dikenalkan pada HAKA LAND, jaringan proyek properti yang dikembangkan Azhary.

Baca Juga :  Topi Favorit untuk Aktivitas Outdoor dari Bodypack

“Saya dikasih tahu kalau bisa jual rumah tanpa harus datang ke lokasi. Cukup update status di WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Waktu berhasil closing pertama, komisinya langsung dua digit. Saya nggak nyangka,” cerita Ima.

Menciptakan Sistem : “Jualan Properti Semudah Update Status”

Azhary sadar bahwa menjual properti tidak sesederhana memposting barang jualan online. Tapi ia percaya, jika sistemnya dibangun dengan tepat, maka siapapun bisa ikut terlibat.

Ia menciptakan metode distribusi konten dan edukasi produk yang terstruktur. Semua materi promosi disiapkan dalam satu kanal, mulai dari konten grafis, video, hingga copywriting, dalam channel telegram bersama mitra marketingnya. Tugas para freelance marketer hanya membagikan materi tersebut ke kanal digital atau jaringan mereka.

“Kalau ada calon pembeli yang tertarik, mereka tinggal lempar ke tim kami. Kami yang lanjut follow up, presentasi, survey, hingga akad. Setelah closing, komisi langsung kami transfer ke mitra,” jelas Azhary.

Dengan sistem ini, ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari bisnis properti tidak harus dimulai dari modal besar atau pengalaman panjang.

Ketika Ibu Rumah Tangga Menjadi Ujung Tombak Penjualan

Ima bukan satu-satunya contoh. Azhary mencatat, sebagian besar penjualan tertinggi justru datang dari para ibu rumah tangga. Mereka mampu multitasking: mengurus anak, mengelola rumah, sekaligus membangun jaringan penjualan. Bahkan ada yang mampu konsisten menjual dua hingga tiga unit rumah setiap bulannya.

Menurut Azhary, Ibu-ibu ini merupakan pembelajar yang antusias. Ima misalnya, setelah kesulitan mendapatkan closing kedua untuk promosinya, Ima menyisihkan sebagian komisinya untuk mengembangkan diri dan belajar lagi.

“Saya ambil kelas iklan dan belajar dari nol, dan sekarang sudah bisa setting iklan Meta dan TikTok Ads. Closing saya lebih terarah, iklan saya nggak boncos lagi,” ujar Ima.

Baca Juga :  KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Ima, Ibu Rumah Tangga & Freelancer Marketing Haka Land

Kesuksesan para mitra ini mendorong Azhary untuk terus mengembangkan skema penjualan kolaboratif. Ia menyesuaikan sistemnya agar fleksibel: bisa dilakukan online atau offline, tergantung kekuatan masing-masing individu.

“Banyak ibu-ibu yang gaptek, terutama usia di atas 40. Tapi saya tak memaksa semua harus digital. Yang penting punya semangat dan jaringan. Dari arisan, grup keluarga, hingga teman suami, semua bisa jadi pasar,” ungkapnya.

Cerita dari Jawa Timur : Dari Kuli Bangunan ke Penjual Properti

Bukan hanya di Jabodetabek, sistem ini bahkan mampu menjangkau wilayah luar. Salah satu mitra dari Jawa Timur, yang sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan, kini mampu konsisten menjual properti Azhary meskipun jarak proyek dan tempat tinggalnya jauh.

“Dia sempat kesulitan dapat pekerjaan dan bangun bisnis, lalu gabung ke kami. Ternyata setelah belajar, bisa closing 1-2 unit per bulan. Saya happy banget lihat dia beli motor, bahkan rumah dan berangkat umroh. Saya merasa ini bukan lagi soal sistem, tapi soal harapan untuk sesama,” kata Azhary.

Prinsip yang Mengakar : Membantu Karena Pernah Dibantu

Dalam refleksinya, Azhary mengaku bahwa semangat kolaborasi yang ia bangun bersumber dari pengalaman pribadi. Ia mengingat betul bagaimana banyak orang membantunya saat sedang jatuh, dan ia bertekad untuk mengembalikannya dengan membantu orang lain naik.

“Kalau saya bisa membuka peluang, kenapa tidak? Saya percaya ilmu dan jaringan adalah kunci. Dulu saya dibantu banyak orang. Sekarang giliran saya membuka jalan,” ujarnya.

Azhary menutup dengan harapan sederhana: agar makin banyak orang yang menyadari bahwa bisnis properti bukan hanya milik segelintir elite, tetapi peluang yang bisa diakses siapa saja, selama ada semangat belajar dan kemauan berbagi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang
“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.
Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka
B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia
Barantum Dorong Repeat Order Lewat Broadcast WhatsApp Tepat Sasaran
Startup Fintech Indonesia Duluin Raih Startup of the Year di ASEAN, Kini Bidik Ekspansi Vietnam dan Kamboja
KLTC® Bekali Ribuan Mahasiswa melalui Career Preparation Class, Dorong Kesiapan Karier Generasi Muda
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:01 WIB

B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:00 WIB

Startup Fintech Indonesia Duluin Raih Startup of the Year di ASEAN, Kini Bidik Ekspansi Vietnam dan Kamboja

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:00 WIB

KLTC® Bekali Ribuan Mahasiswa melalui Career Preparation Class, Dorong Kesiapan Karier Generasi Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 23:00 WIB

Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional

Berita Terbaru

Bisnis

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB