FORAYYA FISH SKIN KATSUOBUSHI, INOVASI KERIPIK KULIT IKAN BARAKUDA SIAP MENDUNIA

- Editor

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, 2 Agustus 2025 – Berikan Protein Initiative, sebuah social enterprise yang berfokus pada inovasi pangan dan pemberdayaan, berhasil mengubah sisa kulit ikan barakuda yang selama ini terabaikan menjadi camilan premium bernilai tinggi dengan merk Forayya Fish Skin Katsuobushi. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan produk unggulan baru dari Indramayu, tetapi juga memberdayakan ekonomi perempuan pesisir secara berkelanjutan.

Selama ini, kulit ikan barakuda di tempat pelelangan ikan hanya dianggap sebagai limbah. Melihat potensi yang terbuang, Berikan Protein Initiative mengembangkan solusi inovatif untuk mengolahnya menjadi produk yang siap bersaing di pasar global. Produk ini lahir dari perpaduan antara pemanfaatan bahan baku lokal, teknologi pangan, dan misi sosial yang kuat.

Inovasi Rasa dan Gizi Tanpa MSG

Keunggulan utama Forayya Fish Skin terletak pada bahan baku dan proses pengolahannya. Kulit ikan barakuda dipilih karena memiliki tekstur tebal dan kaya kolagen, menghasilkan keripik dengan kerenyahan yang khas dan padat.

Sebagai pengganti Monosodium Glutamat (MSG), Berikan Protein Initiative mengembangkan Hidrolisat Protein Ikan (HPI). Teknologi ini secara alami memecah protein dari daging ikan untuk menghasilkan rasa gurih umami yang murni dari asam amino glutamat. Inovasi ini sejalan dengan visi untuk mematahkan stereotip “Generasi Micin” dan menjawab kebutuhan pasar akan produk sehat, bebas gluten, dan tanpa bahan artifisial.

Baca Juga :  KAI Catat Pertumbuhan Positif: Lebih dari 16 Juta Ton Barang Terangkut pada Januari–Maret 2025, Didominasi Batu Bara

Untuk menyempurnakan cita rasa, gurih alami dari HPI dipadukan dengan keunikan rasa katsuobushi (serutan ikan cakalang asap khas Jepang), yang tersedia dalam varian original dan pedas. Kombinasi ini menawarkan pengalaman rasa yang baru dan berbeda dari keripik kulit ikan pada umumnya.

“Di saat konsumen semakin sadar akan asal-usul makanan mereka dan mencari rasa yang unik, produk ini hadir di waktu yang tepat. Forayya Fish Skin Katsuobushi menawarkan paket lengkap: rasa yang unik, manfaat gizi tinggi protein, serta cerita otentik tentang keberlanjutandan pemberdayaan,” ujar Maqbulatin Nuha, CEO Berikan Protein Initiative.

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Model Ekonomi Sirkular

Di balik kelezatan Forayya Fish Skin, terdapat kisah pemberdayaan para perempuan tangguh di pesisir Indramayu. Melalui program Berikanpreneur, para istri nelayan yang sebelumnya memiliki akses ekonomi terbatas kini dilatih untuk menjadi produsen terampil. Mereka tidak hanya belajar teknik produksi berstandar tinggi, tetapi juga manajemen mutu dan pemasaran digital.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Luncurkan “Beasiswa BINUS untuk Nusantara hingga 100%”: Membuka Peluang Karier untuk Generasi Muda Indonesia

Program ini mendapat dukungan dana hibah internasional OCEAN Grant dari DEFRA UK (Department for Environment, Food & Rural Affairs Inggris), sebagai pengakuan atas komitmennya dalam mengatasi limbah pesisir sekaligus memberdayakan komunitas.

“Dulu kami hanya tahu menggoreng kulit ikan seadanya. Sekarang kami bisa membuat produk yang lebih enak, bernilai jual tinggi, dan bisa menambah uang untuk kebutuhan sekolah anak,” ungkap Rosidah (45), salah satu anggota kelompok perempuan produksi.

Produk Forayya Fish Skin Katsuobushi saat ini dipasarkan secara luas melalui marketplace Berikan Lokapasar di berbagai platform digital seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan situs resmi Berikan Protein. Kehadiran produk ini menjadi wujud nyata ekonomi kerakyatan yang mengubah limbah menjadi berkah, menciptakan lapangan kerja, dan mengangkat harkat produk lokal ke panggung nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru