Holding Perkebunan Nusantara PTPN I Regional 1 Siapkan 500 Hektare untuk Kembalikan Kejayaan Tembakau Deli

- Editor

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang — Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 1 mencadangkan lahan seluas 500 hektare untuk menghidupkan kembali kejayaan Tembakau Deli, salah satu komoditas legendaris Indonesia yang telah dikenal dunia sejak abad ke-19.

Tembakau Deli dikenal luas di pasar Eropa sebagai bahan baku utama cerutu premium dan menjadi primadona di Bremer Tabakborse, bursa lelang tembakau di Bremen, Jerman, sejak tahun 1950-an. Saat itu, komoditas asal Sumatera Utara ini menjadi simbol kualitas unggulan Indonesia dan sempat menjadi bagian dari materi pelajaran geografi nasional karena reputasinya di dunia internasional. Kini, PTPN I Regional 1 bertekad mengembalikan kejayaan itu.

“Kami sedang menyiapkan dan mencadangkan lahan seluas 500 hektare untuk mengembalikan reputasi tembakau Deli yang dulu sangat prestisius. Kami juga sedang membangun infrastruktur dan berbagai kebutuhan agar kejayaannya bangkit kembali. Investasi kami cukup besar di sektor hulu dan hilir,” ujar Henri Tua Hutabarat, Manajer PTPN I Regional 1 Kebun Tembakau, di Medan, Senin (13/10/2025).

Henri menjelaskan bahwa langkah strategis ini merupakan hasil kajian komprehensif dan mendapat dukungan penuh dari PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara selaku pemegang saham. Ia menambahkan, Region Head PTPN I Regional 1, Didik Prasetyo, menunjukkan komitmen kuat untuk menggarap kembali potensi besar komoditas tembakau yang telah lama menjadi ikon Deli Serdang dan Sumatera Utara.

Baca Juga :  Solusi Cepat dan Praktis dengan Tanda Tangan Online Legal

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk mengembalikan Tembakau Deli ke posisi terdepan sebagai komoditas ekspor andalan,” tambah Henri.

Selain penanaman, investasi juga diarahkan pada pembangunan pabrik dan gudang cerutu Deli yang modern dan memenuhi standar internasional, guna meningkatkan efisiensi serta kualitas produk dari hulu hingga hilir.

“Dengan fasilitas yang memadai, modern, dan memenuhi standar mutu, kami yakin dapat menghasilkan cerutu berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar global,” tegasnya.

Henri menyebutkan, potensi pasar ekspor untuk tembakau Deli sangat menjanjikan. Dari beberapa pertemuan dengan calon pembeli besar di Eropa, kawasan Skandinavia, Amerika, dan Asia, respon pasar menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rencana kebangkitan komoditas klasik ini.

“Harga tembakau Deli lembaran yang telah diproses bisa mencapai 80,20 euro per kilogram, atau sekitar Rp1,5 juta per kilogram di pasar dunia, dengan biaya produksi hanya sekitar Rp700–800 ribu per kilogram. Ini margin yang sangat menarik, apalagi kualitas dan karakter tembakaunya merupakan keunggulan alamiah yang tak dimiliki daerah lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Butuh Profesional? Ini Keuntungan Gunakan Jasa Pasang Kubus Apung

Henri juga menambahkan, dengan potensi produksi sekitar 700 kilogram per hektare, PTPN I Regional 1 optimistis produktivitas dapat meningkat hingga dua kali lipat melalui penerapan varietas unggul dan teknologi pertanian modern.

“Kami sangat optimistis dengan investasi baru ini. Beberapa calon pembeli dari Eropa, Skandinavia, dan Asia sudah menyatakan komitmennya setelah melakukan uji sampel. Ini bukti nyata bahwa Tembakau Deli masih memiliki tempat istimewa di pasar global,” ujarnya.

Tembakau Deli dikenal memiliki karakter unik, aroma halus, rasa lembut, dan warna daun cerah, yang menjadikannya bahan utama cerutu premium kelas dunia. Melalui inisiatif ini, PTPN I Regional 1 tak hanya berupaya meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta melestarikan warisan komoditas pertanian bersejarah Indonesia.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis
KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah
Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Polda NTT Ungkap Jaringan Rokok Ilegal Internasional, Negara Diselamatkan dari Kerugian Rp12,3 Miliar
Polda NTT Putus Rantai Mafia BBM: 27 Kasus Terungkap, Hak Rakyat Diselamatkan
Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:01 WIB

Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:01 WIB

KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

Polda NTT Putus Rantai Mafia BBM: 27 Kasus Terungkap, Hak Rakyat Diselamatkan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

Perkuat Sinergi dan Akses Pembiayaan, BRI Finance Gelar Pameran Otomotif di Banyuwangi

Berita Terbaru