Menteri PU Tinjau Progres KPP Papua Selatan, Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Berkelanjutan

- Editor

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERAUKE, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Provinsi Papua Selatan yang berlokasi di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Kabupaten Merauke, pada Minggu (8/2/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan.

Dalam tinjauannya, Menteri Dody memberikan
perhatian khusus terhadap sistem drainase kawasan. Ia menekankan bahwa kesiapan
drainase merupakan faktor krusial untuk mengantisipasi potensi genangan dan
banjir, terutama mengingat dinamika perubahan pola cuaca yang terjadi saat ini.

“Saya titip kepada jajaran Cipta Karya, Sumber
Daya Air, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, drainasenya harus benar-benar
dijaga. Jangan sampai ketika hujan turun justru menimbulkan genangan. Walaupun
daerah ini dikenal relatif kering, kita tetap harus antisipasi karena pola
cuaca sekarang berubah-ubah,” tegas Menteri Dody di lokasi pembangunan.

Baca Juga :  PTPP Percepat Pembangunan Gedung Wing 2 Kementerian PUPR di IKN

Menteri Dody menambahkan, pengawasan dan
pemeliharaan sistem drainase harus menjadi bagian integral dari pembangunan
kawasan. Hal ini dinilai vital agar pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan
dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang tanpa gangguan persoalan banjir.

Pembangunan KPP Provinsi Papua Selatan terdiri
dari sejumlah infrastruktur utama, antara lain Kantor Gubernur, Gedung DPRD,
Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan
jaringan perpipaan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), serta Instalasi
Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Lingkup pekerjaan juga meliputi land development seperti penyiapan lahan, aksesibilitas
kawasan, utilitas dasar, dan penataan lingkungan.

Menteri Dody mengapresiasi capaian pembangunan
yang telah berjalan sejak tahun 2024 tersebut. Menurutnya, perkembangan fisik
di lapangan menunjukkan hasil yang signifikan.

“Tadi saya mendarat masih sore, saya langsung
menyempatkan diri melihat ke lokasi. Saya tidak kaget, progresnya sudah bagus,”
ujar Menteri Dody.

Baca Juga :  Maxy Academy Siap Gelar “AI No-Code”, Kelas Gratis Membangun Otomatisasi Kerja Tanpa Coding

Selain fokus pada kawasan inti pemerintahan,
Kementerian PU juga berkomitmen menuntaskan infrastruktur konektivitas
pendukung. Menteri Dody memastikan bahwa sejumlah ruas jalan akses menuju KPP
Provinsi Papua Selatan yang belum tertangani akan diselesaikan secara bertahap
pada Tahun Anggaran 2026.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di
Merauke, Menteri Dody juga meninjau progres pengembangan Kawasan Swasembada
Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam. Dalam agenda tersebut,
Kementerian PU berdialog langsung dengan para petani setempat untuk menyerap
aspirasi guna memastikan dukungan infrastruktur pertanian dapat diberikan
secara tepat sasaran sesuai kewenangan kementerian.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.

 

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA
Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.

Berita Terbaru