Putra Indonesia Pimpin Global Landscapes Forum, Platform Bentang Alam Terbesar di Dunia

- Editor

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bonn, Jerman, 10 September 2025 – Global Landscapes Forum (GLF) menunjuk Kamal Prawiranegara sebagai Direktur baru. Berbasis di Sekretariat GLF di Bonn, Jerman, ia akan memastikan keberlanjutan Forum yang berupaya menciptakan bentang alam yang produktif, menguntungkan, adil, dan tangguh, dengan memadukan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal serta menghubungkan komunitas dan para ahli di seluruh dunia.

Bonn, Jerman, 10 September 2025 – Global Landscapes Forum (GLF) menunjuk Kamal Prawiranegara sebagai
Direktur baru. Berbasis di Sekretariat GLF di Bonn, Jerman, ia akan memastikan
keberlanjutan Forum yang berupaya
menciptakan bentang alam yang produktif, menguntungkan, adil, dan tangguh,
dengan memadukan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal serta menghubungkan komunitas dan
para ahli di seluruh dunia.

Prawiranegara,
kini berusia 44 tahun, memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam
kolaborasi multilateral dan sebelumnya menjabat
sebagai Wakil Direktur
GLF. Sebagai direktur pertama
GLF yang berasal dari Indonesia, ia akan melanjutkan penguatan komunitas global
Forum yang kini telah menjangkau lebih dari 4 miliar orang di 175 negara, untuk
menciptakan dampak nyata dalam menghadapi krisis lingkungan dan sosial
yang saling terkait satu sama lain.

“Ini adalah
momen keberlanjutan sekaligus pertumbuhan bagi Global Landscapes Forum. Kami
menegaskan kembali misi untuk mendukung komunitas, bukan dari atas ke bawah,
melainkan dari akar rumput,
saat mereka menghadapi tantangan global baru.
Dengan basis pengetahuan dari CIFOR-ICRAF serta dukungan dan energi dari 35 Charter
Members, kami terus memperluas solusi lokal dan menghubungkan aksi lintas
wilayah dan realitas. Dari pemimpin adat di Kalimantan hingga ilmuwan muda di
Argentina dan para pelaku restorasi di Kamerun, kami melihat solusi iklim dan
pembangunan paling efektif lahir dari tempat-tempat di mana masyarakat telah
lama menjadi penjaga bentang alam mereka. Ketika para pahlawan lokal terhubung
dengan pembuat kebijakan, pendana, ilmuwan, dan penggerak perubahan, kita bisa
mentransformasi bentang alam dan membentuk masa depan yang lebih adil dan
berkelanjutan 

Baca Juga :  DEALDULU Hadir di Indonesia Game Expo 2024

bagi semua – dan dunia sangat membutuhkannya saat ini.” – Kamal Prawiranegara, Direktur GLF

Mantan Direktur
sekaligus salah satu Pendiri GLF, John Colmey, kini menjabat sebagai Penasihat Strategis Senior. Ia juga tetap melanjutkan perannya sebagai Direktur
Senior di Center for International Forestry
Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF).

“Krisis yang
saling berkaitan saat ini, konflik, iklim yang tidak stabil, runtuhnya
keanekaragaman hayati, dan kesenjangan yang makin melebar, menuntut kita untuk
merespons lebih. Kamal punya pengalaman dan keahlian untuk membawa misi GLF ke
depan, dan saya akan mendukungnya penuh di peran baru ini. Saya benar-benar tak bisa memikirkan orang yang lebih
tepat untuk memimpin kita melewati dekade paling krusial ini.” – John Colmey, Penasihat Strategis Senior GLF
dan mantan Direktur

Di bawah
kepemimpinan baru, GLF akan terus menekankan pentingnya kolaborasi Selatan–
Selatan dan Utara–Selatan, serta memperluas jaringan global para penjaga bentang
alam dengan meningkatkan dukungan
untuk proyek-proyek yang dipimpin
oleh kaum muda,
perempuan, dan komunitas
dalam isu iklim, kesetaraan gender, serta ketahanan dan kedaulatan pangan di
kawasan Global South.

“Saya sangat
senang dengan penunjukan Kamal pada peran penting ini, di momen bersejarah yang
krusial. Global Landscapes Forum, yang turut didirikan CIFOR-ICRAF, adalah
inisiatif unggulan yang terus berkembang dalam jangkauan dan momentum. Sebagai
rekan lama sekaligus orang Indonesia dari salah satu dari tiga cekungan besar
hutan dunia, ia membawa pemahaman unik dan mendalam tentang tantangan sekaligus
peluang yang dihadapi ekosistem vital ini. Kepemimpinannya akan sangat penting
dalam memajukan misi GLF sekaligus visi CIFOR-ICRAF untuk bentang alam berkelanjutan di seluruh dunia.”
Éliane Ubalijoro, CEO
CIFOR-ICRAF dan Direktur Jenderal ICRAF

Baca Juga :  CRM AI dari Barantum: Hadirkan Layanan yang Lebih Personal & Cerdas

Dalam delegasi
CIFOR-ICRAF, baik Prawiranegara maupun Colmey akan hadir di Belém,
Brasil, untuk COP30. Mereka akan memimpin GLF Climate 2025 dan Simposium GLF
Investment Case ke-8. Dua acara hybrid ini akan mempertemukan para ahli,
praktisi, dan pemimpin komunitas untuk menyerukan aksi nyata dan bermakna
bagi keadilan iklim dan pendanaan di luar ruang negosiasi.

“Transisi
kepemimpinan ini membuka jalan bagi peluang-peluang baru yang menarik, dengan
menyambut visi segar Kamal Prawiranegara dan panduan strategis yang sangat
berharga dari John Colmey. Ini akan memastikan pertumbuhan dan inovasi
komunitas GLF melalui
perpaduan ide-ide baru dan kebijaksanaan dari yang telah berpengalaman.”
Emmanuela Dewi Shinta, Ketua Ranu Welum Foundation, organisasi penggerak GLFx Kalimantan

“Saya sangat
gembira mendengar kabar
bahwa Kamal kini menjadi Direktur
Global Landscapes Forum.
Bersama, John dan Kamal telah membangun tim impian multikultural yang memicu
gerakan global untuk bentang alam berkelanjutan dan inklusif – dengan sains dan
pengetahuan lokal sebagai inti. Menjadi bagian dari perjalanan GLF selama 12 tahun
terakhir sungguh luar 

biasa. Tak sabar menantikan babak berikutnya!” – Amy Duchelle, Senior Forestry Officer, Forests and Climate Team Leader, FAO

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA
Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang
“Sangat Terkesan oleh Pengalaman Bak Menjelajah Dunia Lain,” Aktris Tao Tsuchiya Resmi Ditunjuk sebagai Duta TOKYO LIGHTS 2026; Jajaran Lengkap 12 Karya Light Art Park di bawah Arahan Artistik Kenji Kohashi Diumumkan. Program ini menghadirkan karya terbaru Yoichi Ochiai serta debut perdana GAIA di Jepang; pendaftaran awal untuk area penonton kini dibuka.
Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka
B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00 WIB

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:01 WIB

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:01 WIB

B2B Tech Asia Expo 2026 Indonesia: Event B2B Software Pertama Terbesar di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Dorong Repeat Order Lewat Broadcast WhatsApp Tepat Sasaran

Berita Terbaru