Safe Haven Assets: Emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang

- Editor

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat pasar bergejolak, investor mencari perlindungan pada aset safe haven seperti emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang yang dikenal mampu menjaga nilai serta mengurangi risiko.

Dalam dunia trading dan investasi, istilah safe haven assets sering menjadi perhatian utama ketika pasar sedang bergejolak. Aset safe haven adalah instrumen yang dianggap mampu mempertahankan nilainya atau bahkan menguat di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik. Tiga instrumen yang paling sering disebut sebagai safe haven adalah emas, Franc Swiss (CHF), dan Yen Jepang (JPY).

Mengapa Safe Haven Penting?

Ketika terjadi krisis global, inflasi meningkat, atau pasar saham mengalami tekanan, investor cenderung melakukan flight to safety. Mereka memindahkan dana ke aset yang relatif aman untuk menjaga nilai portofolio. Pergerakan ini mencerminkan keinginan untuk mengurangi risiko, bukan hanya mengejar keuntungan.

Baca Juga: Safe Haven Assets: Apa Itu dan Mengapa Penting?

Emas: Lindung Nilai Tertua

Emas dikenal sebagai safe haven klasik. Sejak ribuan tahun lalu, logam mulia ini digunakan sebagai penyimpan nilai. Dalam situasi krisis, harga emas sering kali naik karena permintaan meningkat. Contoh nyata terlihat pada masa pandemi Covid-19, ketika harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga :  Efisiensi Logistik Wujudkan Industri yang Kuat dan Kompetitif

Emas juga dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika daya beli uang menurun, nilai emas cenderung bertahan bahkan bisa meningkat. Oleh karena itu, banyak trader dan investor memasukkan emas ke dalam portofolio mereka untuk diversifikasi.

Franc Swiss (CHF): Stabilitas Finansial Swiss

Franc Swiss telah lama dipandang sebagai salah satu mata uang terkuat di dunia. Reputasi ini muncul berkat stabilitas ekonomi dan politik Swiss, serta sistem perbankan yang konservatif. Bank Sentral Swiss (SNB) dikenal memiliki kebijakan moneter yang disiplin, menjaga inflasi tetap rendah dan stabilitas nilai tukar.

Tidak heran, dalam periode ketidakpastian global, CHF sering menguat terhadap dolar AS maupun euro. Bagi trader forex, Franc Swiss adalah pilihan populer untuk hedging terhadap gejolak pasar.

Yen Jepang (JPY): Likuiditas Tinggi dan Carry Trade

Yen Jepang adalah safe haven lain yang menarik. Meskipun Jepang memiliki utang publik yang tinggi, ekonomi Jepang dianggap stabil dengan cadangan devisa besar. Likuiditas JPY yang tinggi menjadikannya aset yang sangat diminati dalam periode volatilitas pasar.

Baca Juga :  Pelindo Parepare Layani 105 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

Salah satu faktor tambahan adalah posisi Yen dalam strategi carry trade. Ketika risiko meningkat, investor biasanya membatalkan carry trade mereka—menjual aset berisiko dan membeli kembali Yen—sehingga permintaan JPY melonjak.

Mulai Trading di Pasar Global

Daftar Akun di KVB Sekarang
KVB menyediakan akses trading ke berbagai instrumen termasuk forex, saham US, dan emas, sehingga Anda bisa memanfaatkan momentum safe haven secara optimal. 

Safe haven assets seperti emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang tetap menjadi instrumen kunci dalam menghadapi ketidakpastian pasar global. Ketiganya menawarkan stabilitas, meskipun dengan karakteristik berbeda—emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, CHF dengan dukungan stabilitas Swiss, dan JPY yang diuntungkan oleh likuiditas serta faktor carry trade.

Bagi trader, memahami peran safe haven dapat membantu menyusun strategi yang lebih tangguh menghadapi volatilitas. Dengan platform trading teregulasi seperti KVB, Anda bisa mengakses instrumen safe haven ini dengan lebih mudah dan aman.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia
Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA
Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri
KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga
Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International
Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara
Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang
MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:01 WIB

MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:02 WIB

Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan

Berita Terbaru