Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

- Editor

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pertanyaan tentang nilai karya khususnya di sektor fesyen, kriya, dan aneka menjadi semakin relevan. Apakah teknologi akan menggerus makna karya, atau justru membuka ruang transformasi baru? Isu inilah yang diangkat dalam AI Connect Offline Series: Fesyen, Kriya, dan Aneka di Era AI: Nilai yang Terancam atau Bertransformasi? yang diselenggarakan oleh Telkom AI Center of Excellence Padang di Telkom AI Center Padang (13/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda untuk memberikan perspektif yang saling melengkapi. Dari sisi kebijakan dan pengembangan UMKM, hadir Almo Friztko Tarigan, Instruktur Ahli Muda Kementerian Perindustrian RI. Sementara dari sudut pandang seni dan nilai karya, sesi ini turut menghadirkan Nur Anesfa Ramadhana, Digital Marketing Executive Galeri Art.

Dalam pemaparannya, Almo menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk mendukung proses kreatif dan produktivitas. “Teknologi seperti AI bukan untuk menggantikan manusia. Setiap karya memiliki proses, waktu, dan usaha di baliknya. AI hadir untuk membantu, memperkuat, dan membuka peluang baru tanpa menghilangkan nilai dari kerja manusia itu sendiri,” jelas Almo.

Baca Juga :  Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir

Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari usaha berbasis karya seperti fesyen, kriya, dan produk kreatif, hingga UMKM kuliner dan makanan olahan. Keberagaman latar belakang peserta ini memperkaya diskusi yang berlangsung, terutama dalam membahas bagaimana pemanfaatan AI dapat disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing tanpa menghilangkan nilai, identitas, serta keunikan produk yang dimiliki.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan workshop singkat yang didampingi langsung oleh fasilitator dari Balai Diklat Industri Padang. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami penerapan AI secara praktis untuk mendukung pengembangan usaha, sekaligus tetap menjaga keunikan dan identitas karya fesyen serta kriya lokal. Sesi kemudian dilanjutkan dengan paparan dari narasumber galeri seni yang membahas bagaimana nilai artistik dapat tetap bertahan dan berkembang di tengah transformasi digital.

Nur Anesfa menyoroti pentingnya dukungan ekosistem agar karya seni dan produk kreatif lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami berharap galeri seni dan pelaku kreatif mendapatkan dukungan yang lebih besar, termasuk dari sisi digital. Hal sederhana seperti berbagi karya, mempromosikan produk, dan memberi ruang eksposur dapat membantu karya seni berkembang lebih luas di era digital,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintasarta dan NVIDIA untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia

Sejalan dengan itu, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan. “Kami ingin AI dimaknai sebagai alat kolaborasi. Ke depan, kami berharap semakin banyak ruang workshop dan kolaborasi di Padang yang mempertemukan pelaku UMKM, insan kreatif, dan teknologi, sehingga transformasi digital dapat berjalan selaras dengan nilai karya,” ujar Mizan.

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Padang mendorong pelaku UMKM dan insan kreatif untuk melihat AI sebagai pendukung proses, bukan ancaman terhadap nilai. Dengan pendekatan kolaboratif antara teknologi, kebijakan, dan seni, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi karya lokal agar tetap relevan dan bernilai di era AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz
BINUS University Bersama BCA Berbagi Ilmu untuk Kesiapan Karier Binusian
Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD
Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026
Bagaimana Supplier X Banner Menjamin Ketahanan Warna Banner
Syarat Lolos Bea Cukai: Panduan Aman Kirim Paket Ke Luar Negeri Tanpa Tertahan
Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:01 WIB

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 16:01 WIB

BINUS University Bersama BCA Berbagi Ilmu untuk Kesiapan Karier Binusian

Rabu, 8 April 2026 - 16:01 WIB

Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD

Rabu, 8 April 2026 - 14:00 WIB

Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Syarat Lolos Bea Cukai: Panduan Aman Kirim Paket Ke Luar Negeri Tanpa Tertahan

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idulfitri 2026: Pemulihan Jaringan Makin Cepat 60% di Periode Puncak, Gangguan Turun 20%

Berita Terbaru