Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementerian PU Genjot Program Padat Karya Irigasi di 8.000 Lokasi

- Editor

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 3 Oktober 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) sebagai bagian dari program padat karya tunai pada tahun anggaran 2025. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung program prioritas ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga secara nyata menyerap puluhan ribu tenaga kerja di berbagai penjuru Indonesia.

Program P3TGAI tahun ini tersebar di 8.000
lokasi di seluruh nusantara. Hingga akhir September 2025, program ini telah
menunjukkan progres yang signifikan. Dari total anggaran yang dialokasikan
sebesar Rp1,8 triliun, realisasi keuangannya telah mencapai 76,88%, dengan
progres fisik pekerjaan di lapangan tercatat sebesar 54,52%. Lebih penting lagi, program ini berhasil
membuka lapangan kerja bagi 65.424 orang dengan total serapan mencapai
2.944.080 Hari Orang Kerja (HOK).

Kementerian
PU menilai, P3TGAI sebagai bagian dari program padat karya tunai pada tahun
anggaran 2025 terbukti efektif dalam mendukung infrastruktur pertanian
sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Menteri PU, Dody Hanggodo,
menyatakan bahwa program padat karya seperti P3TGAI bisa menjadi instrumen
penting untuk pemerataan manfaat pembangunan.

Baca Juga :  Strategi Selektif BRI Finance Jaga Momentum Pembiayaan Kendaraan Akhir Tahun

“Program
ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat
dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga
setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi
pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Salah
satu kunci keberhasilan P3TGAI adalah mekanisme pelaksanaannya. Menteri Dody
menyebut bahwa program ini dijalankan dengan pola swakelola oleh kelompok
masyarakat atau petani setempat. Dengan cara ini, dana yang dialokasikan dapat
berputar langsung di tingkat desa, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki
masyarakat terhadap infrastruktur yang mereka bangun sendiri.

“Dengan
melibatkan masyarakat secara langsung, program ini tidak hanya menghasilkan
infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk aktif
terlibat dalam pembangunan,” jelas Menteri Dody.

Melihat
dampak positifnya, Kementerian PU bahkan telah menyiapkan rencana perluasan
program pada tahun 2026. Jumlah lokasi P3TGAI akan ditingkatkan hingga 50%
menjadi 12.000 lokasi. Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo
Subianto agar pembangunan infrastruktur dijalankan secara padat karya untuk
memberdayakan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Tambah Fasilitas di Stasiun Keberangkatan Penumpang

Sebagai
informasi, P3TGAI merupakan salah satu dari berbagai program padat karya tunai
yang digulirkan Kementerian PU. Program lainnya mencakup pemeliharaan rutin
jalan dan jembatan, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis
Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), hingga
Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Secara
keseluruhan, hingga September 2025, seluruh program padat karya Kementerian PU
dengan alokasi anggaran Rp3,46 triliun telah menyerap 147.518 tenaga kerja
dengan total 4,61 juta HOK. Realisasi anggarannya sendiri sudah mencapai Rp1,53
triliun. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melaksanakan
pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berdampak langsung pada
kesejahteraan rakyat.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00 WIB

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00 WIB

Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB