ZTE dan MyRepublic Indonesia Luncurkan Proyek Ascend untuk untuk Mendorong Akses Broadband yang Lebih Merata di Seluruh Indonesia

- Editor

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– ZTE dan MyRepublic Indonesia berkolaborasi melalui Project Ascend untuk mendukung konektivitas broadband nasional yang inklusif di Indonesia.
– Inisiatif ini memanfaatkan spektrum 1,4 GHz serta teknologi 5G FWA end-to-end dari ZTE untuk memperluas akses berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan.

Jakarta, 19 Februari 2026 – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, telah menjalin kemitraan strategis dengan MyRepublic Indonesia melalui “Project Ascend” untuk menghadirkan MyRepublic Air, layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) di Indonesia. Inisiatif ini akan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang diperoleh MyRepublic Indonesia, penyedia layanan fiber broadband dan pay-TV terkemuka yang beroperasi di bawah PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat perluasan layanan broadband nirkabel berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan. Cakupan yang direncanakan meliputi berbagai wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara dengan tujuan mendukung konektivitas yang inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga :  PTPP Revitalisasi Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta: Perluas Kapasitas, Hadirkan Nuansa Budaya, dan Gerakkan Ekonomi Kreatif Lokal

Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional Indonesia, akses internet yang andal menjadi elemen penting dalam mendukung akses terhadap pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, UMKM, serta berbagai layanan publik lainnya. Oleh karena itu, perluasan dan penguatan infrastruktur broadband di wilayah tertinggal dan terpencil menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan akses digital yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Dengan memanfaatkan karakteristik teknis spektrum 1,4 GHz, pendekatan ini memungkinkan penyediaan layanan broadband yang efisien di wilayah dengan kepadatan menengah hingga rendah, sekaligus melengkapi infrastruktur yang telah ada dan mendukung upaya perluasan konektivitas secara lebih luas.

Hendra Gunawan, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan nasional yang inklusif. “Broadband bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk mendukung peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial. Melalui kemitraan dengan ZTE, kami berupaya memastikan MyRepublic Air hadir menyediakan akses internet yang andal dan terjangkau dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  AXIS dan EVOS Hadirkan Pengalaman Ramadan Interaktif di Roblox Lewat Aktivasi #RamadanKitaBeda

Sebagai mitra teknologi, ZTE akan menghadirkan solusi jaringan end-to-end yang mencakup Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), wireless backhaul, serta sistem kelistrikan. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan MyRepublic untuk mempercepat proses implementasi, sekaligus memastikan jaringan tetap skalabel, efisien, dan siap mendukung pertumbuhan lalu lintas data di masa depan.

Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat inovasi serta memperluas infrastruktur digital berkualitas tinggi di Indonesia. “Dengan mengombinasikan jangkauan pasar MyRepublic Indonesia dan keahlian teknologi global ZTE, kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif, mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pelaku usaha di berbagai wilayah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, kedua belah pihak berkomitmen untuk mendukung rencana strategis digital jangka panjang Indonesia melalui penyediaan solusi konektivitas yang memberdayakan masyarakat, memperkuat daya saing regional, dan mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menuju Usia ke-45, BINUS University Raih Global Most Innovative Knowledge Enterprise (MIKE) Award 2025: Wujudkan Dampak Berkelanjutan
Ketegangan Amerika-Iran Kembali Memanas, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi
Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca
KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Sinyal Bahaya untuk Nvidia? Google Siapkan Gebrakan Besar di AI
Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)
Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Menuju Usia ke-45, BINUS University Raih Global Most Innovative Knowledge Enterprise (MIKE) Award 2025: Wujudkan Dampak Berkelanjutan

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Ketegangan Amerika-Iran Kembali Memanas, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi

Selasa, 21 April 2026 - 19:01 WIB

Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Sinergi Akademik dan Industri Global, KLTC Lakukan MoU Dengan Enigma Business School (EBS)

Selasa, 21 April 2026 - 16:00 WIB

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

Selasa, 21 April 2026 - 16:00 WIB

Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts

Berita Terbaru