PTPN I, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Perkuat Peran dalam Program 8+4+5

- Editor

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi 2025 yang dikenal dengan program 8+4+5, berisi delapan program akselerasi tahun 2025, empat program lanjutan tahun 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja. Sejumlah poin dalam kebijakan ini beririsan langsung dengan operasional PTPN I, subholding SupportingCo di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Kami sangat mendukung visi Bapak Presiden dengan diluncurkannya Paket Stimulus Ekonomi tahun 2025 ini. Hampir semua poin program beririsan dengan operasional kami di PTPN I. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat peran kami dalam mendukung kebijakan pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9/25).

Beberapa program yang selaras dengan kegiatan PTPN I antara lain ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, serta replanting perkebunan rakyat. Dalam mendukung program ketahanan pangan, PTPN I aktif bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga :  Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%, Hilirisasi Minerba Sumbang Investasi US$20 Miliar

Selain itu, PTPN I juga berkontribusi melalui Program Magang Berkarya (Gaya) dengan menerima ratusan lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti magang selama enam bulan, baik di kantor pusat maupun di berbagai kantor regional di Aceh, Sumatera, Jawa, hingga Makassar. “Program ini sejalan dengan komitmen kami untuk menyiapkan talenta muda yang kompeten dan siap kerja, dengan uang saku setara UMP sebesar Rp3,3 juta per bulan,” tambah Teddy.

Dalam Program Padat Karya Tunai (Cash for Work), PTPN I membuka kesempatan kerja harian di sektor perkebunan. Langkah ini selain mendukung kebijakan pemerintah, juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Teddy juga menyambut positif program percepatan deregulasi yang dicanangkan pemerintah. “Kebijakan deregulasi akan mempermudah dan mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pertumbuhan PTPN I di masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre IV Tanjungkarang Lakukan Audiensi dengan Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung, Perkuat Sinergi dalam Pengelolaan Aset dan Penegakan Hukum

Dari sisi program perkebunan rakyat, PTPN I memiliki peran signifikan dalam mendukung kegiatan replanting komoditas tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, pala, dan komoditas lainnya yang diproyeksikan menyerap 1,6 juta tenaga kerja. “Domain kami berada di program perkebunan rakyat ini. Jika mendapat mandat, kami siap melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Teddy.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menambahkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi dalam melaksanakan berbagai program yang bersinggungan langsung dengan paket stimulus ekonomi. “PTPN I punya posisi strategis dalam kebijakan ekonomi 2025 ini. Dengan pengalaman panjang serta basis tenaga kerja yang padat, kami siap berkontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Berita Terbaru