Kementerian PU Percepat Penanganan Longsor di Ruas Medan–Berastagi, Target Tuntas Desember 2025

- Editor

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang, 9 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian penanganan bencana alam longsoran di Ruas Jalan Medan–Berastagi (Sembahe), Provinsi Sumatera Utara. Konstruksi pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2025 agar jalur strategis tersebut siap digunakan dengan kondisi lebih aman dan lancar menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa ruas
Medan–Berastagi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor. Hal ini
disebabkan oleh kondisi topografi yang curam dengan perbedaan elevasi sekitar
300 meter antara Medan dan Berastagi.

“Kita perkuat tebing-tebing rawan longsor ini agar
konektivitas antarwilayah tetap terjaga, terutama untuk mendukung sektor
pariwisata di Berastagi yang menjadi destinasi utama masyarakat Sumatera Utara.
Insya Allah seluruh pekerjaan bisa rampung Desember untuk mendukung lalu lintas
Nataru,” kata Menteri Dody saat meninjau langsung progres pekerjaan di lokasi,
Sabtu (8/11/2025).

Penanganan longsoran dilaksanakan oleh Balai Besar
Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ditjen Bina Marga,
Kementerian PU. Pekerjaan ini telah dimulai sejak 13 Juni 2025 dengan masa
pelaksanaan 365 hari kalender. Adapun anggaran penanganannya sebesar Rp21,7
miliar, dengan kontraktor pelaksana PT Trimurti Perkasa. Hingga awal November
2025, progres pekerjaannya telah mencapai 74,83 persen.

Baca Juga :  PTPP Raih Penghargaan Internasional Bergengsi Autodesk Design And Make Awards 2025 di Amerika Serikat

Lingkup pekerjaan meliputi penanganan longsoran ada di 12
titik, yaitu 10 titik pekerjaan untuk perkuatan tebing menggunakan Geomat Tipe
III dengan sistem vegetasi, dan 2 titik untuk pemasangan jaring kawat kuat
tarik tinggi.

Selain itu, dilakukan penanaman biji vegetasi dengan
teknik taplok, serta pemasangan sistem pemantauan CCTV untuk keamanan dan
pemantauan kondisi tebing.

Menteri Dody menjelaskan, dua titik dengan kondisi paling
kritis ditangani menggunakan teknologi baru yang diadopsi dari Eropa untuk
meningkatkan stabilitas lereng.

“Khusus dua titik yang paling parah, kita gunakan
teknologi dengan material dari Eropa. Materialnya memang
impor, tapi pelaksanaannya bisa kita kerjakan di Indonesia. Ini salah satu
bentuk inovasi agar penanganan lebih efektif dan tahan lama,” tutur Menteri
Dody.

Baca Juga :  Manajemen KAI Daop 4 Pastikan Awak KA Menoreh Korban Temperan di Cirebon Mendapatkan Penanganan Medis dengan Baik

Lebih lanjut, Menteri Dody menegaskan bahwa secara
nasional Kementerian PU terus melakukan pemantauan dan penguatan terhadap
tebing-tebing rawan longsor di berbagai wilayah, terutama dalam menghadapi
musim hujan akhir tahun ini.

“Setiap tahun menjelang musim hujan, tim kami di lapangan
memastikan kesiapan peralatan, material, dan personel agar jalur nasional tetap
berfungsi. Ruas Medan–Berastagi ini menjadi prioritas
karena merupakan urat nadi transportasi dan ekonomi, juga jalur utama wisata,”
tambah Menteri Dody.

Percepatan penyelesaian penanganan longsoran di Ruas
Medan–Berastagi ini, merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian PU menjaga
konektivitas agar arus lalu lintas dapat berjalan semakin lancar, terutama pada
periode puncak kunjungan wisata dan pergerakan masyarakat saat Natal 2025 dan
Tahun Baru 2026.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh
KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:00 WIB

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Berita Terbaru