Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer

- Editor

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjawab meningkatnya kebutuhan distribusi sektor industri konsumsi nasional, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas angkut kontainer pada layanan KALOG Plus, khususnya rangkaian KA KALOG 3. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan serta mendorong efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar,
menyampaikan bahwa perusahaan melihat tren permintaan angkutan kontainer yang
terus bertumbuh, khususnya dari pelaku industri FMCG dan manufaktur. “Oleh karena itu, sejak 20
Februari 2026 lalu kami meningkatkan frekuensi perjalanan pada rangkaian KA
KALOG 3 dari dua kali per minggu menjadi enam kali per minggu. Dengan
penambahan ini, kapasitas angkut meningkat sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs
per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan,” ujar Fahdel.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian kapasitas ini
merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran moda kereta
api pada segmen middle mile rantai pasok nasional. “Peningkatan layanan
ini bukan hanya untuk mengakomodasi kenaikan volume, tetapi juga memastikan
konsistensi jadwal dan kepastian layanan bagi pelanggan. Kami ingin
menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi
industri,” tambahnya.

Baca Juga :  Telkom AI Center Bandung Bekali 49 UMKM dan Mahasiswa Kuasai Strategi Kreatif Konten Berbasis AI untuk Perkuat Daya Saing di Era Gig Economy

Data internal KAI Logistik mencatat bahwa sepanjang 2025
perusahaan membukukan pertumbuhan volume angkutan kontainer sekitar 8 persen
dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi
nasional. Tren ini juga sejalan dengan data menurut Badan Pusat Statistik (BPS)
pada 5 Februari 2026, yang menyampaikan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 yang
tumbuh 5,11 %, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. Hal ini mencerminkan
meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi, termasuk pada sektor barang
konsumsi.

Peningkatan konsumsi tersebut turut tercermin dari data
terbaru Compas.co.id yang dipaparkan oleh Hanindia Narendrata, Co-Founder dan
CEO Compas, yang menyebutkan bahwa nilai transaksi FMCG di platform digital
melonjak hingga 168,7 persen dalam periode 2022–2025, bergerak dari angka Rp 48
triliun menjadi Rp 129 triliun.

Dinamika pergerakan barang yang semakin tinggi ini
menjadi salah satu faktor pendorong optimalisasi layanan distribusi, termasuk
melalui penguatan kapasitas pada rangkaian KA KALOG 3. Layanan ini secara khusus melayani rute strategis Jakarta
(Sungai Lagoa) – Surabaya (Kalimas), dengan titik transit di Karawang (Klari).
Kehadiran titik
transit ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan pelanggan di kawasan
industri Klari, yang mayoritas bergerak di sektor FMCG.

Baca Juga :  Cheers to Wednesdays: Relish Bistro Ladies Night

“Dengan kapasitas angkut kontainer yang kami
tingkatkan, kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan FMCG
dan industri konsumsi lainnya dalam memfasilitasi pengiriman barang secara
lebih optimal, konsisten, dan tepat waktu,” tutup Fahdel.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, pemanfaatan
moda kereta api juga menjadi solusi transportasi yang lebih aman, andal, dan
berkelanjutan. Melalui konsep green logistics, angkutan berbasis rel
berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon serta beban lalu lintas di jalur
darat, sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam mendukung sistem logistik
nasional yang lebih ramah lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh
KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:00 WIB

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Berita Terbaru