Dewan Pakar Pemuda Katolik: Paus Leo XIV, Pemimpin Profetik dalam Dunia yang Bergejolak

- Editor

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Algarinews.com – Jakarta, 9 Mei 2025 — Terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus Leo XIV pada Kamis (8/5) disambut hangat oleh umat Katolik di seluruh dunia. Bagi para pemikir keagamaan dan aktivis muda di Indonesia, momen ini menandai bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan babak baru peran Gereja dalam menjawab tantangan global.

“Pilihan nama Leo bukan kebetulan. Ini sinyal kuat bahwa Paus Leo XIV ingin melanjutkan semangat Paus Leo XIII yang dikenal memperjuangkan hak-hak buruh dan martabat manusia,” ujar DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar, anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik, di Jakarta.

Menurutnya, latar belakang Paus Leo XIV yang dikenal membumi, dekat dengan komunitas miskin dan termarjinalkan, menjadikannya sosok yang relevan untuk zaman ini. “Gereja kini dituntut hadir bukan hanya sebagai pengkhotbah moralitas dari mimbar, tapi sebagai pendamping umat manusia dalam luka dan harapannya,” tambah Capt. Hakeng.

Dengan pengalaman sebagai misionaris, pemimpin ordo religius, dan warga negara Amerika Serikat, Paus Leo XIV dinilai memiliki pandangan global dan kapasitas untuk menjembatani ketegangan geopolitik melalui nilai-nilai kemanusiaan universal.

Baca Juga :  Mengapa Indonesia Tertarik Membeli Pesawat Tempur F-15EX dari Amerika Serikat

“Ia hadir ketika dunia sedang terpecah secara sosial, ekonomi, dan ekologis. Kita butuh pemimpin religius yang sekaligus profetik—berani bersuara melampaui batas institusi,” tegas Capt. Hakeng.

Suara Moral dan Agenda Global
Dalam pandangan Capt. Hakeng, tantangan Paus Leo XIV tidak hanya soal reformasi internal Gereja, melainkan juga kepemimpinan moral dalam isu-isu lintas batas seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga dampak era digital. “Paus Leo XIV harus menjadi pelopor transformasi moral global, bukan sekadar penjaga tradisi spiritual,” ujarnya.

Harapan Kaum Muda
Kepemimpinan baru ini juga menumbuhkan harapan dari generasi muda Katolik. “Anak muda hari ini mendambakan Gereja yang bersahabat—yang bisa mendengar, berdialog, dan hadir dalam pencarian makna hidup mereka,” kata Capt. Hakeng. Ia menekankan pentingnya reformasi pastoral yang kontekstual, empatik, dan membumi.

“Pendidikan iman harus membentuk kesadaran sosial dan spiritualitas yang relevan dengan realitas masa kini, bukan sekadar mengulang dogma,” tambahnya.

Baca Juga :  Kemala Run 2024, Polwan Polrestro Tangerang Kota Naik Podium Juara 5 Dan Raih Rp.6 Juta

Relevansi Bagi Gereja Indonesia
Menurut Capt. Hakeng, Gereja Katolik di Indonesia dapat menimba inspirasi dari semangat reformis Paus Leo XIV, terutama dalam memperkuat kepemimpinan berbasis pelayanan serta keterlibatan pemuda dan perempuan dalam kehidupan gereja.

“Ini momentum bagi organisasi pemuda Katolik untuk mentransformasikan dirinya sebagai agen perubahan sosial dan promotor dialog antariman,” jelasnya.

Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama tinggi disebutnya sebagai ladang strategis untuk misi Paus dalam membangun solidaritas lintas iman. “Kami berharap Paus Leo XIV mendorong terciptanya koalisi moral antaragama guna merespons isu bersama seperti radikalisme, kemiskinan, dan krisis lingkungan,” tutur Capt. Hakeng.

Menutup pernyataannya dengan nada optimis, ia menegaskan, “Kami percaya, Paus Leo XIV bukan hanya pemimpin Gereja Katolik, melainkan gembala umat manusia yang sedang mencari arah di tengah dunia yang bergejolak.”

Sumber : DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar, anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik

Berita Terkait

Sidak PT SNI, DLH Temukan Sejumlah Izin Belum Lengkap
KMMP Desak Kejaksaan Bongkar Tuntas Korupsi Smartboard Langkat
Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama
Contoh Positif! Warga Langkat Kembalikan Lahan Hutan Lindung Tanpa Paksaan
LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH
Poniran, selaku kepala desa sekaligus merangkup ketua abdesi kecamatan Tanjung sari , Diduga merekayasa anggaran dana desa demi kepentingan diri pribadi, 
Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah
Darma Wijaya Ajak ASN Bersepeda, PWI Sergai Beri Apresiasi di Acara Buka Bersama
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:35 WIB

Sidak PT SNI, DLH Temukan Sejumlah Izin Belum Lengkap

Rabu, 29 April 2026 - 11:13 WIB

KMMP Desak Kejaksaan Bongkar Tuntas Korupsi Smartboard Langkat

Selasa, 28 April 2026 - 14:41 WIB

Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama

Selasa, 28 April 2026 - 13:11 WIB

Contoh Positif! Warga Langkat Kembalikan Lahan Hutan Lindung Tanpa Paksaan

Selasa, 28 April 2026 - 12:45 WIB

LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH

Minggu, 19 April 2026 - 13:30 WIB

Poniran, selaku kepala desa sekaligus merangkup ketua abdesi kecamatan Tanjung sari , Diduga merekayasa anggaran dana desa demi kepentingan diri pribadi, 

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:48 WIB

Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:51 WIB

Darma Wijaya Ajak ASN Bersepeda, PWI Sergai Beri Apresiasi di Acara Buka Bersama

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB