Green Skilling #20: Dorong Transformasi Bisnis Lewat Mindset dan Keterampilan Hijau

- Editor

Jumat, 20 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 25 Juni 2025 — Di tengah urgensi transisi menuju ekonomi rendah karbon, LindungiHutan kembali menghadirkan inisiatif strategis bertajuk “Green Skilling #20: Mengintegrasikan Green Mindset & Skills dalam Strategi Perusahaan dan Bisnis,” sebuah forum diskursus dan edukasi untuk mengintegrasikan green mindset dan green skill ke dalam strategi bisnis dan dunia kerja profesional. Acara ini digelar sebagai upaya menjawab tantangan nyata krisis iklim sekaligus memperkuat kesiapan SDM dalam menghadapi lanskap ekonomi hijau.

Menurut Global Green Skills Report 2023 oleh LinkedIn, hanya satu dari delapan pekerja secara global yang mengaplikasikan keterampilan hijau (green skills) dalam profesinya. Sementara itu, data Bappenas menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan tambahan 1,8 hingga 4,4 juta tenaga kerja dengan keterampilan hijau pada 2030. Fakta ini menjadi dasar pentingnya pengarusutamaan pola pikir berkelanjutan dan kompetensi teknis maupun non-teknis dalam proses bisnis.

Baca Juga :  Respon Cepat Kementerian PU Kirim Personel dan Siagakan Alat Berat Atasi Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara

Melalui Green Skilling Edisi 20, LindungiHutan mendorong pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana nilai keberlanjutan diinternalisasi dalam budaya kerja perusahaan, proses pengambilan keputusan, serta strategi pertumbuhan bisnis. 

“Green mindset adalah fondasi. Tanpa itu, keterampilan hijau akan menjadi formalitas. Kami ingin membentuk kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab institusi, tapi bagian dari perilaku profesional sehari-hari,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan.

Acara ini menghadirkan pemangku kepentingan dari sektor swasta dan komunitas keberlanjutan. Melalui sesi talkshow dan paparan narasumber, peserta diajak mendalami topik seperti integrasi nilai keberlanjutan dalam rekrutmen, strategi pelatihan green skill, serta studi kasus penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan kerja. Diskusi juga mencakup bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat adopsi nilai-nilai hijau di Indonesia.

Green Skilling Edisi 20 menampilkan Educatree, salah satu program LindungiHutan yang menjadi bentuk sosialisasi Green Mindset kepada berbagai pihak, termasuk mahasiswa, profesional muda, dan komunitas akar rumput. Program ini bertujuan membangun jembatan antara startup berbasis keberlanjutan dan dunia kerja melalui pelatihan, kampanye, dan kolaborasi tematik.

Baca Juga :  KETIKA PROPERTI MULAI DITINGGALKAN, FERRY REVIANDY MELIHAT CELAH YANG TAK TERDUGA

Green Skilling Edisi 20 dirancang tidak sekadar sebagai forum wacana, tapi sebagai ruang pertemuan untuk bertukar praktik terbaik, membangun jejaring kolaborasi, serta mendorong perusahaan lebih proaktif menyiapkan SDM yang relevan untuk masa depan. Tujuan akhirnya adalah membentuk ekosistem bisnis hijau yang tumbuh dari kesadaran, didukung oleh keterampilan, dan diarahkan oleh tanggung jawab bersama terhadap krisis iklim.

Dengan hadirnya forum seperti ini, LindungiHutan berharap nilai keberlanjutan menjadi bagian integral dari cara bekerja dan berpikir generasi saat ini, mewujudkan lingkungan kerja yang tidak hanya efisien, tapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Berita Terbaru