Kementerian PU Kebut Pembangunan Huntara di 3 Provinsi Terdampak Pascabencana, 7 Blok di Aceh Tamiang

- Editor

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 30 Desember 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di tiga provinsi terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat fase tanggap darurat guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi masyarakat.

Fokus percepatan saat ini
berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kementerian PU menargetkan
tujuh blok Huntara yang mampu menampung 336 jiwa dapat berdiri sepenuhnya pada
Januari 2026.

Menteri PU, Dody Hanggodo,
menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana ini dilaksanakan
melalui sinergi dengan BUMN Karya dan berkoordinasi penuh dengan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Pelaksanaan huntara
yang kami jalankan sesuai dengan arahan BNPB. Prioritas saat ini berada di Aceh
Tamiang karena kesiapan lahan sudah terpenuhi. Dalam dua hari terakhir telah
kami kerjakan pematangan lahan, dan hari ini satu blok contoh huntara sudah
dapat berdiri,” ujar Menteri Dody saat memimpin rapat koordinasi pemulihan
bencana di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah

Berdasarkan data lapangan
per 30 Desember 2025, pembangunan di lokasi Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh
Tamiang menunjukkan progres signifikan. Satu blok Huntara yang terdiri dari 12
unit modular telah menyelesaikan tahap pengerjaan rangka (frame), dan
kini memasuki proses erection atap serta pemasangan panel dinding.

Sementara itu, pekerjaan
pondasi umpak untuk blok kedua telah rampung, disusul dengan persiapan
konstruksi blok ketiga. Pembangunan ini menggunakan sistem modular dengan
rangka baja ringan, dinding papan semen, dan atap zincalume. Teknologi ini
dipilih untuk memastikan proses konstruksi yang cepat namun tetap kokoh, aman,
dan nyaman bagi pengungsi.

Setiap lokasi Huntara juga
akan dilengkapi fasilitas pendukung sanitasi, dapur umum, area cuci, dan
musala.

Secara keseluruhan, data
Kementerian PU mencatat total 47.149 unit rumah rusak berat akibat banjir
bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Strategi penanganan dibagi
menjadi dua skema: pembangunan fisik Huntara (62,7%) dan bantuan Dana Tunggu
Hunian atau DTH (37,3%).

Baca Juga :  Satukan Persepsi Legalitas Aset, KAI dan Kejati Jatim Gelar FGD Bersama Stakeholders Jawa Timur

Berikut rincian penanganan
per provinsi yaitu Provinsi Aceh: Dari 38.169 rumah rusak berat, sebanyak
28.236 unit (74%) ditangani melalui pembangunan Huntara, sementara sisanya
mendapatkan DTH. Provinsi Sumatera Utara: Dari 6.322 rumah rusak berat,
sebanyak 876 unit (14%) dibangunkan Huntara, dan 4.833 unit dibantu melalui
DTH. Dan Provinsi Sumatera Barat: Dari 2.658 rumah rusak berat, sebanyak 430
unit (16%) direncanakan untuk pembangunan Huntara, sedangkan 2.228 unit
memperoleh DTH.

Percepatan pembangunan di
wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus didorong seiring dengan proses
pematangan lahan dan dukungan logistik yang masif di lapangan.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Berita Terbaru