Ratusan Warga Tanjung Gundul Kehilangan Tanah, BPN Singkawang Diduga Abaikan Instruksi Kementerian

- Editor

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Algarinews.com – Singkawng Kalimantan Barat — 19 Juli 2025 – Ratusan warga di wilayah eks Tanjung Gundul, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat, menghadapi ketidakpastian hukum atas tanah seluas 816 hektare yang telah mereka kuasai secara sah selama puluhan tahun. Hak atas tanah yang mereka miliki mendadak dibatalkan setelah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang menerbitkan 542 sertifikat di atas lahan yang sama.

Kisruh agraria ini bermula pasca perubahan administratif wilayah dari Kabupaten Bengkayang ke Kota Singkawang berdasarkan Permendagri Nomor 90 Tahun 2018. Namun alih-alih memperjelas legalitas kepemilikan, BPN Singkawang justru mengeluarkan ratusan sertifikat baru tanpa melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada para pemilik lama.

Dalam surat resmi Wali Kota Singkawang kepada Gubernur Kalbar (Nomor: 100/1276/PEM-B tertanggal 5 Desember 2022), disebutkan BPN telah menerbitkan:

383 bidang Hak Milik (SHM)

6 bidang Hak Pakai (HP)

1 bidang Hak Guna Bangunan (HGB)

152 Peta Bidang Tanah (PBT)

Penerbitan dilakukan tanpa membuka data overlay (peta tumpang tindih), yang seharusnya menjadi acuan penting untuk mencegah konflik lahan. Padahal permintaan pembukaan overlay telah diajukan resmi oleh warga melalui Lembaga Bantuan Hukum RAKHA sejak 2021.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Situasi ini makin janggal karena Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN RI telah mengeluarkan Surat Instruksi Nomor: SK.04.03/396-800.38/III/2024 pada 27 Maret 2024, yang mewajibkan:

Penelitian fisik, yuridis, dan administrasi objek tanah

Koordinasi dengan Forkopimda

Pelaporan hasil ke Menteri ATR/BPN

Namun hingga pertengahan Juli 2025, tidak ada tindak lanjut dari BPN Singkawang maupun Kanwil BPN Kalbar, memunculkan dugaan kuat praktik mafia tanah yang berjalan secara sistematis.

LBH RAKHA mencatat sejumlah indikasi pelanggaran, antara lain:

SHM ditemukan terbit sebelum wilayah masuk ke Kota Singkawang (sebelum 2018);

Ketiadaan penjelasan dari pihak Kelurahan Sedau terkait dasar penerbitan SHM baru;

Tetap dijalankannya proyek pembebasan lahan untuk bandara meskipun diprotes sejak 2022–2023;

Instruksi Dirjen BPN yang tidak dijalankan.

Bagus Firsawan, S.E., kuasa warga, menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh seluruh jalur resmi, termasuk:

Surat ke BPN Singkawang (20 Januari 2025);

Baca Juga :  Kesiapan Pengamanan Pemilu Tahun 2024, Lanal Bengkulu Laksanakan Apel Gelar Kelengkapan

Permintaan pembukaan overlay dan transparansi data SHM;

Pengaduan ke Gubernur Kalbar;

Laporan ke Bupati Bengkayang (7 Juli 2025);

Persiapan pelaporan ke Komnas HAM, Ombudsman RI, DPR RI, hingga Presiden.

“Kami sudah jalani semua prosedur hukum, tapi BPN malah tutup mata. Ini bukan lagi kelalaian administratif, ini pelanggaran hukum,” tegas Bagus.

Roby Sanjaya, S.H., Ketua LBH RAKHA, dalam keterangannya pada awak media 19 Juli 2025 menyatakan akan membawa kasus ini ke Satgas Anti Mafia Tanah dan Komisi II DPR RI jika tidak ada langkah tegas dalam waktu dekat.

Pihak warga dan LBH RAKHA menyampaikan empat tuntutan utama:

Transparansi dan pembukaan data overlay oleh BPN Singkawang,

Pelaksanaan instruksi Dirjen ATR/BPN secara menyeluruh,

Penghentian sementara semua proses sertifikasi baru di eks Tanjung Gundul ,Evaluasi dan tindakan hukum terhadap oknum BPN yang menerbitkan sertifikat tanpa prosedur

“Jika mediasi dengan Gubernur Kalbar gagal, kami akan menggerakkan aksi nasional. Negara tidak boleh kalah dengan mafia tanah,” pungkas Bagus.

Sumber: Bagus Firsawan, S.E. (Kuasa Warga)

Berita Terkait

Sidak PT SNI, DLH Temukan Sejumlah Izin Belum Lengkap
KMMP Desak Kejaksaan Bongkar Tuntas Korupsi Smartboard Langkat
Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama
Contoh Positif! Warga Langkat Kembalikan Lahan Hutan Lindung Tanpa Paksaan
LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH
Poniran, selaku kepala desa sekaligus merangkup ketua abdesi kecamatan Tanjung sari , Diduga merekayasa anggaran dana desa demi kepentingan diri pribadi, 
Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah
Darma Wijaya Ajak ASN Bersepeda, PWI Sergai Beri Apresiasi di Acara Buka Bersama
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:35 WIB

Sidak PT SNI, DLH Temukan Sejumlah Izin Belum Lengkap

Rabu, 29 April 2026 - 11:13 WIB

KMMP Desak Kejaksaan Bongkar Tuntas Korupsi Smartboard Langkat

Selasa, 28 April 2026 - 14:41 WIB

Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama

Selasa, 28 April 2026 - 13:11 WIB

Contoh Positif! Warga Langkat Kembalikan Lahan Hutan Lindung Tanpa Paksaan

Selasa, 28 April 2026 - 12:45 WIB

LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH

Minggu, 19 April 2026 - 13:30 WIB

Poniran, selaku kepala desa sekaligus merangkup ketua abdesi kecamatan Tanjung sari , Diduga merekayasa anggaran dana desa demi kepentingan diri pribadi, 

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:48 WIB

Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:51 WIB

Darma Wijaya Ajak ASN Bersepeda, PWI Sergai Beri Apresiasi di Acara Buka Bersama

Berita Terbaru