Shutdown AS Hampir Usai, Tren Bullish Emas Kian Menguat

- Editor

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan performa positif pada Kamis pagi (13/11), memperpanjang reli yang sudah terbentuk sejak sesi perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data pasar terbaru, logam mulia tersebut kini diperdagangkan di kisaran $4.195 per troy ounce, menandai level tertinggi sejak 21 Oktober. Kenaikan ini menjadi lanjutan dari pemulihan tajam setelah harga sempat anjlok ke $3.886 pada akhir Oktober, dan kini berhasil menembus kembali batas psikologis penting di atas $4.200.

Menurut Andy Nugraha, analis pasar dari Dupoin Futures Indonesia, penguatan emas kali ini merupakan hasil dari kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Secara teknikal, pola candlestick harian menunjukkan struktur bullish yang semakin kuat, sementara indikator Moving Average (MA) memperlihatkan tren naik yang stabil. “Jika tekanan beli terus berlanjut, emas berpotensi menguji area resistensi di sekitar $4.267,” ujar Andy. Namun, ia mengingatkan bahwa jika harga kehilangan momentumnya, maka kemungkinan koreksi bisa terjadi hingga level $4.122.

Faktor eksternal turut memperkuat kenaikan harga emas. Pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat emas kembali diminati sebagai aset lindung nilai. Sementara itu, meningkatnya selera risiko di pasar keuangan global belum cukup untuk menekan minat investor terhadap logam mulia ini.

Baca Juga :  Simulasi Bencana BCM, BRI Branch Office Veteran Tingkatkan Kesiapsiagaan Operasional

Dari sisi fundamental, pasar saat ini fokus pada perkembangan politik di Amerika Serikat, khususnya proses pemungutan suara di Kongres untuk mengakhiri penutupan pemerintah (shutdown) terpanjang dalam sejarah. Senat AS telah menyetujui rancangan anggaran yang memungkinkan operasional lembaga-lembaga federal berjalan kembali hingga 30 Januari. Optimisme akan berakhirnya kebuntuan politik ini ikut meningkatkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi AS dan memperkuat harapan bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga pada Desember mendatang.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga oleh Fed kini mencapai sekitar 64%. Kebijakan moneter yang lebih longgar ini biasanya menjadi pendorong positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil. “Jika Fed memberikan sinyal dovish yang lebih kuat, emas berpotensi melanjutkan reli menuju $4.267 atau bahkan lebih tinggi,” tambah Andy Nugraha.

Baca Juga :  KAI Properti Gelar Lomba Semarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Namun, perdebatan di internal Fed masih berlangsung. Stephen Miran, salah satu Gubernur Fed, menilai kebijakan moneter saat ini terlalu ketat dan perlu dilonggarkan, sedangkan Raphael Bostic, Presiden Fed Atlanta, berpendapat suku bunga sebaiknya tetap dipertahankan sampai ada bukti nyata bahwa inflasi telah turun menuju target 2%. Perbedaan pandangan ini memunculkan potensi volatilitas di pasar emas dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures Indonesia menilai tren harga emas masih positif, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka selama harga bertahan di atas area support $4.122. Kombinasi dari tekanan teknikal bullish, harapan pemangkasan suku bunga, serta stabilitas politik AS pasca berakhirnya shutdown menjadi katalis utama yang menopang sentimen optimis terhadap logam mulia ini.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%
KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur
Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee
Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek
Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC
Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Hampir 75ribu Pelanggan Selama Libur Panjang May Day, Okupansi KA Capai 107,3%

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Tutup 29 Perlintasan Sebidang Tidak Terjaga Sepanjang 2025, Masyarakat Dilarang Membuka Perlintasan Ilegal

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Harapan Baru, Kisah Tuah Bersatu di Pulau Kundur

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadir dengan IDR Swap Zero Fee

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mobilitas Tinggi Picu Kelalaian, Puluhan Barang Tertinggal Setiap Hari di LRT Jabodebek

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Berita Terbaru