Pengamat : Kepindahan Ria Norsan ke Gerindra Strategis untuk Percepatan Pembangunan Kalbar

- Editor

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AlgariNews.Com | Pontianak, Kalbar – Sebuah gebrakan politik mengejutkan datang dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Dalam keputusan berani yang segera menjadi sorotan publik dan media nasional, Ria Norsan resmi pindah ke Partai Gerindra yang kini memegang kekuasaan penuh di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan politik Norsan, yang selama ini dikenal sebagai figur loyal. Ia memulai karier politiknya dari salah satu partai berlambang pohon beringin itu, hingga menjabat sebagai Ketua DPD partai di Kalbar dan kini menjadi gubernur yang sebelumnya menjadi wakil Gubernur Periode 2019-2024

Perpindahan ini, tak pelak, menimbulkan gelombang reaksi, baik dari kalangan politisi, akademisi, maupun masyarakat umum.

Dr. Herman Hofi Mumawar, pengamat hukum dan kebijakan publik Kalbar, menilai langkah ini bukan sekadar manuver politik biasa.

“Saya coba melihat dari sisi yang berbeda. Menurut saya, ini adalah langkah besar yang strategis, bukan semata-mata kepentingan pribadi atau partai, tetapi justru berorientasi pada percepatan pembangunan Kalimantan Barat,” ujar Herman, Selasa (29/4).

Menurutnya, kepindahan Norsan ke Gerindra merupakan upaya cerdas dalam menyinergikan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional. Dengan posisi Gerindra sebagai partai penguasa, akses terhadap kebijakan strategis dan alokasi anggaran dari pusat akan menjadi lebih terbuka.

Baca Juga :  Pangdam Tanjungpura Pimpin Sertijab Pati dan Pamen Kodam XII/Tpr

“Ini langkah taktis untuk menempatkan Kalbar lebih dekat ke pusat kekuasaan,” tambahnya.

Ria Norsan sendiri menyatakan kesiapannya mendukung penuh visi nasional Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam agenda kemandirian pangan dan energi.

Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program-program nasional selaras dengan kebutuhan riil masyarakat Kalbar.

Dr. Herman juga menyoroti pentingnya keberlanjutan proyek – proyek strategis, termasuk pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan Jembatan Kapuas III, penghubung vital antara Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah. Proyek ini diyakini akan menjadi solusi permanen atas kemacetan di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Diajukan ke pemerintah pusat sejak 2023, proyek ini ditargetkan dapat dimulai pada 2026 dan dipandang sebagai simbol konkret dari hasil sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.

Selain infrastruktur, Norsan juga terus menggencarkan program Gemar Membangun Desa yang bertujuan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah pedesaan yang masih tertinggal. Program ini diintegrasikan dengan penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur serta kolaborasi dengan TNI dan POLRI dalam percepatan kemandirian pangan.

Baca Juga :  Kader Banteng Usung Capres Ganjar Pranowo Door to Door Di Rungkut Menanggal

Namun, perpindahan Ria Norsan ke Gerindra bukan tanpa riak politik. Dinamika internal Golkar Kalbar dan spekulasi tentang keseimbangan kekuatan politik lokal pun mencuat. Beberapa kalangan mengkhawatirkan dampaknya terhadap stabilitas koalisi dan keselarasan kebijakan daerah.

Meski demikian, publik Kalbar tampaknya cenderung optimistis. Di tengah tantangan pembangunan yang masih besar di 14 kabupaten dan kota, langkah ini dipandang sebagai upaya realistis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, dalam kondisi politik nasional yang terpusat kuat di Gerindra, langkah Norsan dinilai dapat membawa Kalbar lebih strategis dalam peta pembangunan nasional.

Lanjutnta, Dr. Herman meski belum ada pernyataan resmi mengenai kucuran dana pusat yang akan diperoleh Kalbar pasca kepindahan Norsan ke Gerindra. Namun, sinyalemen positif mulai tampak dari berbagai kunjungan kerja kementerian dan sinyal dukungan dalam berbagai rapat koordinasi nasional.

Masyarakat Kalimantan Barat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan ini melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Kalbar. Langkah politik Ria Norsan tak hanya mengguncang panggung politik lokal, tetapi juga membuka babak baru dalam ikhtiar membangun Bumi Khatulistiwa menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaulat.

Sumber : Dr.Herman Hofi Munawar (Pakar Hukum)

Berita Terkait

Aksi Tolak Pergub JKA di Banda Aceh Memanas, Mahasiswa Soroti Dugaan Tindakan Represif Aparat
Sidak PT SNI, DLH Temukan Sejumlah Izin Belum Lengkap
KMMP Desak Kejaksaan Bongkar Tuntas Korupsi Smartboard Langkat
Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama
DPC PDIP Sergai Serahkan Mandat BMI, Abdul Hamid Nahkodai Periode 2025–2030
LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH
Dugaan Percaloan Kembali Mencoreng Pelayanan Satpas Satlantas Polres Garut, Warga Diminta Bayar Tambahan Untuk SIM Instan
Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 22:51 WIB

Aksi Tolak Pergub JKA di Banda Aceh Memanas, Mahasiswa Soroti Dugaan Tindakan Represif Aparat

Rabu, 29 April 2026 - 11:35 WIB

Sidak PT SNI, DLH Temukan Sejumlah Izin Belum Lengkap

Rabu, 29 April 2026 - 11:13 WIB

KMMP Desak Kejaksaan Bongkar Tuntas Korupsi Smartboard Langkat

Selasa, 28 April 2026 - 14:41 WIB

Tender Rp193,6 Miliar Tanggul NCICD Disorot, Puluhan Peserta Gugur – Kritik Tajam Jumari Purnama

Selasa, 28 April 2026 - 13:03 WIB

DPC PDIP Sergai Serahkan Mandat BMI, Abdul Hamid Nahkodai Periode 2025–2030

Selasa, 28 April 2026 - 12:45 WIB

LSM RIB SOROT TAJAM PROYEK OSS BKPM 2026: PENUNJUKAN LANGSUNG Rp30,6 MILIAR DIDUGA SARAT MASALAH

Sabtu, 18 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Percaloan Kembali Mencoreng Pelayanan Satpas Satlantas Polres Garut, Warga Diminta Bayar Tambahan Untuk SIM Instan

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:48 WIB

Loso Mena PKB: Peran Pers Strategis dalam Pembangunan Daerah

Berita Terbaru